• Jumat, 01 Maret 2024

Bersama Kominfo dan WIR Group, Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Workhsop Metaverse 102

Rabu, 22 November 2023 - 19.19 WIB
770

Mahasiswa Universitas Teknokrat saat mengikuti Workshop Metaverse 102 di kampus setempat. Rabu (22/11/2023). Foto: Yudha/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar workshop metaverse 102 kepada para mahasiswanya di Gedung A UTI, Rabu (22/11/2023).

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UTI Ryan Randy Suryono mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman serta pembekalan mengenai pengembangan metaverse kepada para mahasiswa kampus berjuluk sang juara itu. Kegiatan itu merupakan kolaborasi UTI bersama dengan Kominfo RI serta WIR Group.

"Workshop metaverse ini adalah bagian dari rangkaian acara digital talent scholarship 102, yang sebelumnya juga lanjutan dari kegiatan workshop metaverse 101 yang juga dilaksanakan pada bulan Februari lalu," ujarnya saat dimintai keterangan.

Ia menjelaskan, WIR Group adalah sebuah perusahaan yang fokus pada teknologi Metaverse seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality, dan Artificial Intelligence.

"Jadi kita sudah MoU dengan Kominfo dan WIR Group, dan WIR Group ini memang ditunjuk oleh Kominfo juga untuk memberikan pengajaran dan pengembangan metaverse di Indonesia," bebernya.

Ryan mengatakan, total mahasiswa yang mengikuti workshop metaverse ini berjumlah 100 orang. Pada kesempatan itu mereka diajarkan mengenai pembuatan aset-aset digital, pengenalan ekosistem nusameta, dokumen desain metaverse, menyiapkan dan mengimport aset 3D ke nusastudio, serta membuat game sederhana.

"Kita memang sudah bergerak jauh lebih cepat dalam masa perkuliahan dan pemrograman game kita bahkan sudah sampai menentukan proses bisnisnya, membuat ruang kelas berbasis metaverse, bahkan sekarang buat tourism berbasis metaverse," jelas Ryan.

Metaverse memberikan banyak pengalaman baru yang hampir sama dengan dunia nyata. Untuk itu, Ryan berharap ke depan metaverse dapat  menjadi sebuah teknologi yang bisa diterima dan dikuasai masyarakat luas.

UTI menurutnya menjadi pelopor dan satu-satunya Perguruan Tinggi yang memiliki kemajuan yang pesat dalam pengembangan metaverse. Bahkan sebanyak 10 mata kuliah dari seluruh program studi di UTI menurutnya sudah dilaksanakan melalui dunia metaverse.

"Dari proses belajar sampai tanya jawab itu lewat metaverse. Kalau di awal-awal tahun mereka (mahasiswa) memang butuh penyesuaian. Tapi tim pengajarnya juga terus mensosialisasikan dan mengarahkan, sampai akhirnya kadang-kadang anak-anak tidak perlu diajari tapi mereka coba-coba sendiri," tutupnya. (*)