• Sabtu, 13 Juli 2024

Prof Lusi Dalam Festival Kebangsaan: Unila Adalah Miniatur Indonesia Terdiri dari Berbagai Keberagaman

Selasa, 21 November 2023 - 17.15 WIB
64

Rektor Unila Prof. Lusmeilia (jilbab merah) dalam acara Festival Kebangsaan yang diadakan di gedung serba guna (GSG) kampus setempat, Selasa (21/11/2023). Foto: Yudha/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Lampung (Unila) menggelar festival kebangsaan yang berlangsung di gedung serba guna (GSG) kampus setempat, Selasa (21/11/2023).

Rektor Unila Prof. Lusmeilia mengatakan, kegiatan festival kebangsaan itu memiliki tujuan untuk menciptakan kebudayaan Indonesia yang seutuhnya.

"Kami berharap untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, cinta tanah air, menciptakan kebudayaan Indonesia yang seutuhnya," ujar Rektor perempuan pertama Unila itu.

Ia mengatakan, dari total sekitar 40.000 mahasiswa kampus hijau tersebut, sebanyak 60 persenya berasal dari luar Lampung. Sehingga Unila adalah Indonesia kecil penuh dengan keberagaman.

"Unila ini adalah Indonesia kecil dari berbagai macam bangsa yang dapat membuat Indonesia semakin kuat. Kegiatan ini juga berlatar belakang dari MBKM, jadi ini bukan festival musik belaka tetapi ini juga ada dialog kebangsaan," tukasnya.

Dalam dialog tersebut, salah seorang narasumber Sujiwo Tejo mengingatkan pentingnya berbahasa daerah. Ia menilai di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini sedikit masyarakat dapat mempergunakan bahasa daerah Lampung.

Hal ini menurutnya harus segera dibenahi agar budaya bahasa Lampung tidak hilang. Kampus Unila kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam mengkaji, melestarikan dan mengenalkan budaya bahasa Lampung.

"Di Lampung banyak orang Jawa bahasa Jawa kenapa bisa begitu? karena orang Lampung sendiri malu menggunakan bahasa Lampung. Memang seharusnya penggunaan bahasa Indonesia itu di acara formal, tetapi diluar itu harus berbahasa daerah," bebernya.

Narasumber lainya yakni Once Mekel mengatakan, seni adalah ilusi keindahaan yang dibuat oleh manusia. Melihat Indonesia secara indah adalah fungsi dari kesenian.

"Seni itu ilusi yang indah. Manusia bisa melihat yang tidak indah menjadi indah. Demikian juga kalau kita lihat bangsa kita yang belum bagus-bagus amat. Itulah fungsi dari musik, melihat pandangan jauh kedepan," bebernya.

Eks vokalis Dewa 19 itu mengatakan, musik dengan energi yang diciptakanya dengan melodi serta kata-kata yang indah, berisi harapan yang akan dicapai bersama-sama.

"Negara ini adalah negara modern soal konsep, terdiri dari beragam macam bangsanya. Ini sesuatu yang menarik, bangsa kita adalah khayalan yang menjadi kenyataan, berbagai suku secara sengaja membuat bangsa yang besar, ini istimewa," tukasnya. (*)