• Jumat, 24 Mei 2024

Sebanyak 337 Atlet Lampung Lolos PON 2024

Selasa, 14 November 2023 - 13.13 WIB
238

Ketua Harian KONI Lampung, Amalsyah. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mencatat sampai saat ini sebanyak 337 atlet yang berasal dari 43 cabang olahraga (cabor) dipastikan lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang.

Ketua Harian KONI Lampung, Amalsyah mengatakan, dari 65 cabor yang dipertandingkan pada PON 2024 di Aceh-Sumut mendatang, Provinsi Lampung mengikuti sekitar 60 cabor dan ada 43 cabor yang sudah dipastikan lolos.

"Dari 65 cabor kita memberangkatkan sekitar 60 dan yang lolos PON ada 43 cabor. Dari 43 cabor itu jumlah atlet yang lolos sebanyak 337. Ada atlet yang dapat medali emas, perak, perunggu. Ada juga yang hanya sekedar lolos dengan nomor rangking," katanya saat dimintai keterangan, Selasa (14/11/2023).

Namun ia mengatakan jika masih ada cabor panahan yang akan mengikuti babak kualifikasi pada 17 November mendatang di Jakarta dan atlet Lampung yang akan dikirimkan sebanyak 12 orang.

"Kita masih menunggu satu cabor lagi yaitu panahan yang akan berangkat tanggal 17 November ini ke Jakarta. Atlet yang kita kirim sekitar 12 orang. Jadi tinggal cabor panahan yang belum sementara yang lain sudah melakukan babak kualifikasi," katanya.

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan jika pada PON 2024 mendatang, jumlah atlet yang dikirim oleh Provinsi Lampung terdapat penambahan jumlah atlet yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan PON pada tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat dari jumlah tentu ada kenaikan yang luar biasa. Dulu PON di Jawa Barat kita mengirim 24 cabor dan 140 atlet, di Papua kita kirim 147 atlet. Dan sekarang kita mengikuti 43 cabor dan atlet yang dikirim sebanyak 337 jadi ada peningkatan dua kali lipat," paparnya.

Namun sampai saat ini pihkanya mengaku masih terus melakukan pemantauan terkait dengan cabor apa saja yang akan dipertandingkan dalam ajang PON 2024 mendatang.

"Kita juga harus monitor perkembangan di pusat. Apakah semua cabor nya akan di pertandingkan semua karena menyangkut anggaran dan sebagainya. Saya dapat informasi lagi di tata ulang cabor yang akan dipertandingkan. Tapi kita tetap mempersiapkan dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Sementara itu untuk cabor yang menjadi andalan Provinsi Lampung adalah senam, angkat besi, angkat berat, menembak, bela diri seperti karate, kuras, sambo hingga silat.

"Silat saja pada 2 kali pelaksanaan PON sebelum nya kita tidak pernah kirim atlet karena tidak ada yang lolos. Sekarang yang lolos sampai 11 orang, dimana 1 dapat emas, 3 perak dan 7 perunggu," kata dia.

"Ada juga kekuatan baru kita yaitu di sepatu roda. Dimana pada babak kualifikasi kemarin saja kita dapat empat medali emas walaupun menggunakan sistem zonasi," sambungnya.

Selanjutnya untuk cabor wushu pada nomor laga ada 4 atlet yang lolos dan pada nomor seni ada 2 atlet. Cabor kick boxing ada 6 atlet yang lolos dengan memperoleh 1 medali emas dan 5 medali perak.

"Kick boxing kemaren juga luar biasa hasilnya. Kita juga bisa berharap banyak dengan e-sports, kemarin dapat 2 medali emas dan 1 medali perak. Dari tiga nomor yang diikuti ketiganya lolos PON," paparnya.

Sementara itu untuk persiapan PON saat ini terus berjalan. Dimana cabor yang lolos PON sebelum 30 September sudah langsung melakukan pelatda. Dan yang lolos PON di akhir Oktober sudah mulai pemusatan latihan (TC) pada awal November.

"Sementara yang lolos PON di November termasuk Porwil ini mereka mulai pelatda di 1 Desember. Jadi nanti kekuatan satgas kita baru terbentuk di awal Desember. Rencana kami mau tes kesehatan dan fisik atlet," kata dia.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan bimtek kepada para pelatih dan pengurus. Hal tersebut lantaran kedepan pelaksanaan TC akan sepenuhnya dipercayaan kepada cabor.

"Kita harapkan cabor juga menentukan pelatih dan manager nya adalah orang-orang yang berkompeten yang punya pengalaman mumpuni. Jangan asal tunjuk," kata dia.

Selain itu para atlet yang nantinya akan dikirim pada PON 2024 harus benar-benar orang yang terpilih berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh internal pengprov.

"Kalau yang lolos PON by name tidak ada masalah, tapi seringnya lolos PON itu by number. Sehingga pengprov diberikan keleluasaan menentukan orangnya. Kita harapkan orang yang terpilih adalah hasil seleksi di internal, bukan hasil dari like dislike atau kedekatan dengan pengurus," tutupnya. (*)