• Minggu, 03 Desember 2023

Seorang Pria di Lambar Ditemukan Tewas Dengan Tubuh Penuh Luka Tusukan

Senin, 13 November 2023 - 13.42 WIB
400

Jaelani (33) saat ditemukan polisi dengan kondisi bersimbah darah di gubuknya. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Jaelani (33) warga Pekon (Desa) Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka. Ia ditemukan meninggal oleh warga pada Minggu (12/11/2023) sekitar pukul 13:00 WIB.

Korban ditemukan meninggal di gubuk yang berada di kebun kopi yang digarap bersama istrinya di Pemangku Selingkut Ilir, Pekon Sindangpagar, Kecamatan Sumberjaya. Istrinya yang tengah hamil empat bulan juga menjadi korban penganiayaan.

Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho melalui Kapolsek Sumber Jaya Kompol Ery Hafri, mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya penemuan mayat korban dari warga bernama Jaka Setia Abadi (31).

Ia menjelaskan, berdasarakan keterangan saksi peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/11/2023) sekitar pukul 13:00 WIB, saat itu saksi bernama Dion mendengar suara teriakan minta tolong yang berasal dari gubuk tempat korban tinggal.

Setelah mendengar teriakan tersebut saksi kemudian memanggil warga lain untuk meminta bantuan dan mengecek asal suara teriakan tersebut, namun ketika tiba dilokasi pintu gubuk korban dalam kondisi terkunci.

Sehingga keduanya bersama-sama mendobrak pintu gubuk tersebut. Setelah pintu terbuka, kedua saksi menemukan Jaelani sudah dalam posisi tidak bergerak dengan kondisi tubuhnya mengalami luka-luka.

"Korban tinggal bersama istrinya, saat kejadian istrinya bernama Devi yang sedang hamil empat bulan juga mengalami luka bacok dibagian perutnya namun beruntung masih bisa diselamatkan,"' kata dia kepada wartawan, Senin (13/11/2023).

Setelah menyelamatkan istri korban, saksi menghubungi petugas Polsek setempat. Kemudian korban Jaelani dibawa ke Puskesmas untuk divisum dan selanjutnya dimakamkan. Sedangkan istrinya Devi dibawa ke RSU Handayani Kotabumi.

"Kita telah mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 unit handphone, sebilah golok tanpa sarung, sebilah parang tanpa sarung dengan gagang terlepas dan sebilah pisau. Kemudian, baju dan  celana masing-masing selembar," ujarnya.

Namun pihaknya belum mengetahui terkait siapa pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

"Soal apakah peristiwa itu akibat pertengkaran antara suami istri, pihaknya belum dapat menyimpulkan karena masih diselidiki. Intinya pelakunya belum diketahui dan masih proses penyelidikan," pungkasnya. (*)