• Kamis, 23 Mei 2024

Mengkolaborasi Ceramah dan Wayang Golek, Cepot dan Gareng Meriahkan Maulid Nabi di Tanggamus

Minggu, 15 Oktober 2023 - 15.03 WIB
265

Ustadz Asep Muhidin saat menyampaikan tausiyah agama dengan metode Wayang Golek, di Masjid Al Hidayah Pekon (Desa) Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus,Minggu (15/10/2023). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Seribuan warga menghadiri tabligh akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah Pekon (Desa) Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, di halaman masjid setempat, Minggu (15/10/2023).

Kegiatan dengan mengusung tema "Meneladani Akhlak Nabi Untuk Kedamaian Hati" ini menghadirkan da'i muda, Ustadz Asep Muhidin dari Bandung Baru, Kabupaten Pringsewu.

Tak seperti pengajian pada umumnya, Ustadz Asep Muhidin (UAM) memadukan seni Wayang Golek dan musik dalam hal ini Hadroh sebagai media untuk berdakwah.

UAM menyampaikan tausiyah agama dalam bahasa Indonesia, Sunda, Jawa dan Lampung. Penyampaian yang dilakukan dengan penuh kearifan budaya adiluhung tersebut membuat warga yang memadati teras sampai halaman masjid itu tak bergeming mendengarkannya.

Gaya ceramah agama UAM saat mendalang memerankan tokoh Cepot (Astarjingga), dan Dawala (Gareng),  keduanya anak Sanghyang Ismaya atau Semar, dan tokoh Pandawa, Arjuna, menjadikan suasana ceramah menjadi lebih segar.

Sesekali UAM membawakan dakwahnya sambil diselingi dengan melantunkan solawat dengan iringan grup Hadroh pimpinan Ustadz Mujiman, yang tak lain Ketua DKM Al Hidayah. UAM juga sesekali membawakan kidung dan Sagata Lampung yang penuh tuntunan agama.

Peringatan Maulid Nabi kali ini dikemas dengan berbagai kegiatan menarik, dimulai dengan pawai taaruf, pembacaan Mulid Al Barzanji, dan pembagian santunan kepada anak yatim dan yatim piatu.

Antusias masyarakat terhadap peringatan Maulid Nabi dibuktikan dengan kehadiran masyarakat ke acara tersebut, bukan saja masyarakat Pekon Talang Rejo, tetapi juga masyarakat Campang Tiga, Tanjung Anom, Umbul Buah, Kampung Baru, Teba,  dan masyarakat lain di Kecamatan Kotaagung Timur.

Dalam tausiyahnya UAM mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa mencintai Rasulullah dan mengambil hikmah dari peristiwa kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Dalam salah satu lakon Wayang Golek yang disampaikan UAM tentang Jimat Kalimasada atau di Sunda disebut Layang Jamus Kalimasada, dan di Jawa disebut Serat Jamus Kalimosodo

Diungkapkannya,  Kalimasada berasal dari kalimat Syahadat  "Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammadarrasulullah”. Yakni kesaksian Umat Islam bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

"Jimat Kalimasada ini apabila diagem, dipake diyakini, diimani kemudian diimplementasikan dalam tindakan atau perbuatan maka akan menjadikan diri, masyarakat, bangsa dan negara menjadi hebat dan kuat. Menjadi gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja, baldatun toyyibatun waroffun Ghofur," tutur UAM. (*)