• Sabtu, 13 Juli 2024

Kemendagri Minta Pemprov Lampung Kendalikan Tiga Harga Bahan Pokok Ini

Senin, 09 Oktober 2023 - 18.55 WIB
188

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengikuti rapat pengendalian inflasi daerah yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (9/10/2023).

"Ini kan rapat rutin, kita mengecek angka inflasi dan alhamdulillah kalau dilihat dari angka-angka inflasi Lampung kan masih rendah. Kita pada posisi terkendali," kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, usai mengikuti rapat.

Pada kesempatan tersebut Fahrizal mengatakan jika Kemendagri meminta seluruh daerah untuk tetap memonitor terutama harga komoditas beras, bawang putih dan cabai.

"Menteri tadi berharap kepada seluruh daerah untuk tetap monitor terutama harga beras, bawang putih dan cabai. Menurut catatan BPS secara nasional ketiga komoditas itu yang sekarang diantara provinsi lain cukup tinggi," jelasnya.

Fahrizal mengatakan jika program pengendalian inflasi yang sudah disusun oleh Pemprov Lampung tetap berjalan. Seperti dana dekonsentrasi yang diberikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Semua program dalam pengendalian inflasi terus berjalan seperti dana dekonsentrasi yang diberikan oleh Bapanas sudah berprogres. Selain itu Dinas Perdagangan juga akan melakukan operasi pasar," katanya.

Ia juga mengatakan jika Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah menyetujui penggunaan dana dari Belanja Tak Terduga (BTT) untuk kegiatan operasi pasar.

"InsyaAllah sudah mendapatkan persetujuan dari pak gubernur untuk menggunakan BTT dalam mendukung operasi pasar untuk menstabilkan harga beras," ujarnya.

Namun ia mengatakan jika untuk jumlah anggaran pihaknya akan melakukan pembahasan terlebih dahulu termasuk dengan komoditas yang akan diikutkan dalam operasi pasar.

"Anggaran nanti akan ada hitungan nya, namun sesuai arahan Mendagri kita gunakan BTT untuk mengendalikan harga beras. Dan pak gubernur sudah menyetujui. Kita akan segera rapatkan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan jika dalam kegiatan operasi pasar tersebut pihaknya akan menggandeng instansi lain seperti Perum Bulog.

"Kita tidak sendiri jadi nanti kita kerjasama dengan pihak lain seperti Bulog. Harga beras terus kita kendalikan, kalau tidak sudah pasti harganya lebih mahal dari yang sekarang," katanya lagi.

Sementara itu berdasarkan pantauan harga komoditas yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, untuk rata-rata harga beras medium merk RD mencapai Rp13.350 per kilogram.

Selanjutnya beras merk Rojolele Rp12.800 per kilogram, beras merk SPR Rp10.500 per kilogram dan beras Bulog Rp10.900 per kilogram.

Kemudian untuk cabai merah beras Rp36,286 per kilogram, cabai merah keriting Rp36,249, cabe rawit hijau Rp41,857 dan cabe rawit merah Rp41,571.

Sementara untuk bawang putih jenis honan mencapai Rp32,857 per kilogram dan jenis kating Rp38,714 per kilogram. (*)