• Sabtu, 13 Juli 2024

Perampokan Sadis di Lamsel, Sopir Travel Alami Luka Bacok dan Mobil Dibawa Kabur

Jumat, 15 September 2023 - 14.52 WIB
301

Korban Andre Hadi (25) seorang sopir travel saat dirawat di RSUD Bob Bazar Kalianda. Foto: Handika/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Perampokan sadis menimpa Andre Hadi (25) seorang sopir travel saat mengantar penumpang ke Desa Sinar Banten, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (15/9/2023), sekitar pukul 01.30 WIB.

Gegara perampokan itu, Andre Hadi menderita luka robek pada leher akibat sabetan senjata tajam dan harus menerima 40 jahitan di leher juga 10 jahitan pada jari.

Rahma, calon istri dari korban mengatakan, korban Andre Haldi berasal dari Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Kelumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Belum lama ini, Andre Hadi tinggal di Desa Candirejo, Kecamatan Candipuro, keperluan mengurus surat nikah dan bekerja sebagai supir mobil travel untuk biaya hidup serta tabungan menikah.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 sampai 02.00 WIB, saat itu korban hendak mengantar penumpang berjumlah tiga orang," ujar Rahma.

Mulanya, kata Rahma, tiga orang penumpang menaiki mobil yang dikemudikan Andre Hadi dari Panjang, Bandar Lampung dengan tujuan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

"Setibanya di Tanjung Bintang, penumpang ini meminta kembali diantar ke Sidomulyo," lanjut Rahma menirukan pengakuan korban.

Nahas, dalam perjalanan mengantar, para perampok yang berpura-pura menjadi penumpang langsung menodongkan pisau ke leher supir.

"Korban sempat melawan mengambil obeng lalu menusukkan ke bagian perut dan pundak salah satu pelaku," timpal Rahma.

Jumlah tak seimbang membuat para perampok akhirnya berhasil merebut kunci mobil dan melarikan kendaraan Daihatsu Xenia Nopol BH 1834 NC milik korban.

"Termasuk dua handphone merek Infinix dan Samsung, dompet berisi KTP, ATM BNI, STNK Mobil, dan uang Rp80.000," cetus Rahma.

Pasca menjadi korban perampokan dan tengah terluka, namun korban sempat berusaha meminta bantuan kepada warga di sekitar lokasi kejadian.

"Karena warga tidak mudah percaya pertolongan pun lama, sekitar pukul 03.30 WIB, korban baru di evakuasi oleh aparat desa ke RSUD Bob Bazar Kalianda," ucap Rahma.

Kini, polisi sudah mendatangi korban dan melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan tersebut.

"Pak polisi sudah datang ke sini, melihat korban mereka sangat respek soal peristiwa ini," tandas Rahma. 

Menurut informasi dari tim medis RSUD Bob Bazar, korban tiba diantar warga kisaran pukul 05.00 WIB, dengan kondisi luka robek pada leher dan sayatan di jari tangan.

Korban harus menerima 40 jahitan pada leher, serta 10 jahitan di jari tangan kanan dan 4 jahitan telapak tangan kiri.

Saat dikonfirmasi peristiwa perampokan itu, Kapolres Lamsel AKBP Yusriandi Yusrin membenarkan, dan kini kepolisian tengah melakukan penyelidikan.

"Iya mas. Pelaku lagi kita lidik," jawab Kapolres.

Disoal apakah kepolisian sudah mengendus para pelaku perampokan sadis itu, Yusriandi menjawab,"Masih didalami ya mas, mohon doanya biar bisa kita ungkap ya" ulasnya.

Yusriandi menghimbau, agar masyarakat khususnya pengguna layanan antar jemput untuk tetap waspada dan berhati-hati bilamana mendapatkan orderan penumpang.

"Pastikan tujan rute layanan antar jelas, dan bila ada hal-hal mencurigakan jangan diterima atau diantar atau dijemput, dan segera lapor pihak berwajib. Lengkapi kendaraannya dengan GPS, sehingga bisa terlacak pergerakan mobil layanan antar jemputnya," tegas Kapolres. (*)