• Sabtu, 20 Juli 2024

Delapan Desa Tertinggal di Lampung Barat Diusulkan untuk Pembangunan Menara BTS

Rabu, 13 September 2023 - 17.02 WIB
168

Ilustrasi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan melakukan survei delapan desa blank spot di Kabupaten Lampung Barat yang diusulkan untuk dibangun  menara base transceiver station (BTS) penguat sinyal pada 27 September mendatang.

Kepala Bidang Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Barat Iskandar, mengatakan delapan wilayah yang masuk wilayah prioritas pembangunan BTS masuk dalam kategori tertinggal, terdepan, terluar (3T).

"Sudah dijadwalkan untuk kunjungan ke Lampung Barat akan dilakukan 27 September, ke delapan titik itu masuk dalam wilayah prioritas yang telah di usulkan untuk pembangunan BTS," ujarnya, Rabu (13/9/2023).

Dadang sapaan akrab nya mengatakan, delapan wilayah tersebut yakni Pekon (Desa) Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Pekon Tebaliokh Kecamatan Batu Brak, Pekon Batu Api, Pahayu Jaya, Sidodadi, Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa.

Kemudian terakhir Pekon Sukajadi dan Suka Damai yang berada di Kecamatan Air Hitam. Namun kedua Pekon ini masuk ke dalam kategori P1 atau hanya penguatan sinyal dari exiting BTS terdekat.

Dadang menambahkan, dari delapan Pekon itu ada satu pekon yang masuk dalam kategori program pembangunan BTS 3T yaitu Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa. Semua wilayah itu akan disurvey oleh Kemenkominfo.

Dadang menuturkan, nantinya Kemenkominfo akan melakukan survei bersama provider PT Telkomsel, kegiatan itu akan dilakukan selama satu hari oleh karena itu ia berharap hasilnya bisa maksimal dan sesuai harapan.

"Sebab pembangunan tower BTS bisa menjadi solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan blank spot yang masih menghantui sebagian masyarakat, kita terus menunggu info dari mereka untuk tahap selanjutnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat di Pekon (Desa) Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit mengeluh karena kurang maksimalnya fungsi repeater atau alat yang digunakan sebagai penguat sinyal seluler.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah mengusulkan pengadaan menara Base Transceiver Station (BTS) untuk mengatasi persoalan tersebut, karena dinilai penting bagi bagi masyarakat untuk mendapatkan akses internet.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lampung Barat Munandar mengatakan kurang maksimalnya fungsi repeater di wilayah tersebut di pengaruhi beberapa hal, salah satu nya adalah kondisi geografis daerah setempat yang dikelilingi kawasan hutan lindung.

"Karena kondisi geografis yang di kelilingi hutan dan jalan yang berkelok menyulitkan provider untuk mendapatkan sinyal dengan jaringan yang kuat, disana hanya jaringan 2G yang cukup kuat sedangkan 4G ke atas udah enggak kuat," ujarnya.

Munandar mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengusulkan pengadaan menara BTS untuk menuntaskan persoalan blank spot tersebut ke sejumlah provider, sebab bukan hanya di Pekon Kubu Perahu, tetapi juga di sejumlah pekon lain.

"Kita juga sudah mendapatkan respon yang baik dari Kementerian terkait usulan kita itu dan mudah-mudahan apa yang kita usulkan bisa di realisasikan sehingga kita menuntaskan persoalan blank spot yang ada di Bumi Beguai Jejama Sai Betik," kata dia.

Selain mengusulkan pembangunan menara BTS Munandar mengatakan pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya lain nya untuk pengadaan sinyal internet di wilayah setempat.

"Diantaranya dengan melakukan koordinasi dengan pihak aparat pemerintahan pekon agar menarik kabel optik dari wilayah yang mempunyai sinyal yang lumayan bagus," paparnya.

Dengan cara itu menurutnya, bisa sedikit memberikan solusi terkait permasalahan blank spot yang terjadi agar masyarakat tidak merasa kesulitan mendapatkan akses internet untuk keperluan sehari-hari. (*)