Peserta JKN di Bandar Lampung 1.052.257 Jiwa, Hanya 73 Persen yang Aktif
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana saat menghadiri acara Launching Universal Health Coverage (UHC), Program Jaminan Kesehatan Nasional Kota Bandar Lampung, di Aula Semergou, Senin (21/8/2023). Foto: Okta/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Deputi
Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan wilayah III, Yudi
Bastia mengklaim peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bandar
Lampung mencapai 1.052.257 jiwa.
Hal itu disampaikan dalam acara Launching
Universal Health Coverage (UHC), Program Jaminan Kesehatan Nasional Kota Bandar
Lampung, di Aula Semergou, Senin (21/8/2023).
Yudi menyebut sebesar 1.052.257 jiwa sudah
menjadi peserta JKN atau sudah capai 96%. Sehingga masih ada lebih kurang
41.691 jiwa penduduk yang belum menjadi peserta JKN.
"Artinya kita bersama-sama upayakan agar
seluruh masyarakat Bandar Lampung ini dapat terlindungi kesehatannya, dan tentu
saja kami mendukung dalam mewujudkan cita-cita yang mulia tersebut," Jelas
Yudi.
Namun Yudi menyampaikan hanya 73% atau hanya
830 ribu peserta yang aktif JKN di Bandar Lampung.
Meskipun belum seluruhnya merata, Yudi
mengatakan akan melakukan beberapa stategi pemerataan berbasis digital guna pemenuhan
akses JKN di Bandar Lampung.
"Tentunya ada partisipasi masyarakat
untuk berkontribusi dalam pendaftaran dalam program masyarakat mendaftar BPJS
kelas 3," Jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung
juga harus berperan dalam mendorong masyarakat untuk ikut menjadi peserta JKN. Selain
itu harus memastikan seluruh masyarakat dapat terlindungi kesehatannya dengan
program JKN dari pemerintah.
"Diharapkan wilayah yang mencapai UHC
dapat terus mendorong akses kesehatan yang lebih baik," Ujarnya.
Ditempat yang sama, Wali Kota Bandar Lampung,
Eva Dwiana mengatakan UHC sama dengan program Jamkeskot, dan Bandar Lampung
sudah mencapai 95,48%.
"Bunda selalu koordinasi dengan Dinkes
setidaknya sosialisasi warga mana yang belum mendapatkan JKN," Ucapnya.
"Masyarakat yang belum mendapatkan segera
melaporkan ke lurah, Jaminan kesehatan ini sama dengan Jamkeskot kita,"
Sambungnya.
Ia berharapan masyarakat mendapat pelayanan
yang lebih baik dengan pelayanan BPJS atau Jamkeskot.
"Pentingnya misalnya warga Bandar Lampung yang tidak bisa ditangani oleh rumah sakit yang ada di Kota Bandar Lampung, dengan BPJS kita bisa menggunakan di rumah sakit pusat atau Jakarta. Hampir semua rumah sakit yang diCover oleh BPJS, khususnya Jamkeskot mengkover semua rumah sakit di Bandar Lampung," Ujarnya. (*)
Video KUPAS TV : Rombongan Geng Motor Bersenjata Tajam Berkeliaran di Pringsewu
Berita Lainnya
-
Pemkot Bandar Lampung Lepas 1.159 Jemaah Haji, Jemaah Tertua Usia 92 Tahun
Rabu, 22 April 2026 -
Pemprov Lampung Percepat Proyek Jalan, Tinggal Tiga Ruas Belum Kontrak
Rabu, 22 April 2026 -
Sebulan Menghilang, MinyaKita Langka di Pasar Gintung Bandar Lampung
Rabu, 22 April 2026 -
Harga BBM Non Subsidi Naik, DPRD Lampung Soroti Distribusi dan Maraknya Penyalahgunaan
Rabu, 22 April 2026








