Dwinan Rahmandi Siapkan Klinik Pertanian untuk Masyarakat Lampung Timur
Pegiat Petani Milenial sekaligus Direktorat DPP Banteng Muda Indonesia, Dwinan Rahmandi, saat berdialog di Desa Purwokencono 4, Lampung Timur. Foto: Istimewa.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Pegiat Petani Milenial sekaligus Direktorat DPP Banteng Muda Indonesia, Dwinan Rahmandi mengungkapkan, dirinya siap mengadakan Klinik Pertanian untuk masyarakat Kabupaten Lampung Timur.
Hal ini diucapkan Dwinan saat berdialog dan silahturahmi bersama masyarakat Desa Purwokencono 4, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa (8/8/2023).
"Saya sangat siap dan semangat saat bertemu petani seperti hari ini dan jika bapak-ibu petani nanti berkenan maka saya ingin membuat klinik pertanian untuk membantu petani," jelas Dwinan.
Ia menambahkan, nantinya akan ada banyak program bermanfaat bagi para petani yang ada di klinik pertanian.
"Klinik pertanian ini bermula atas keresaham para petani di lapangan mulai dari hulu hingga hilirnya. Jadi nanti saya bersama Tim Kanca Dwinan akan mengadakan banyak pelatihan, mulai dari pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan perawatan tanaman lainnya" tambah Dwinan.
Hal ini mendapat respon positif dari Warga Desa Purwo Kencono 4, terlihat dari beberapa tanggapan warga yang mengapresiasi Dwinan sebagai pemuda yang mau bergerak sebagai Pegiat Petani Milenial.
Made selaku petani mengatakan bahwa di desanya membutuhkan alat uji tanah untuk mengetahui unsur unsur hara yang dibutuhman tanah.
"Saya sangat mengapresiasi Mas Dwi yang selalu ingin turun ke lapangan bertemu dengan kami dibawah. Jujur untuk sekarang kami di Desa Purwo Kencono 4 ini membutuhkan alat uji tanah dan juga pelatihan pembuatan pupuk organik," jelas Made.
Selain itu, Dwinan juga turut bekerjasama dengan MSP Lampung untuk melakukan pendampingan terhadap para petani.
Sutikno selaku pendamping penanaman menjelaskan pentingnya bagi masyarakat untuk bisa memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada disekitarnya.
"Kita sebagai petani harus bisa memanfaatkan bahan-baham organik yamg memang melimpah di sekitar kita, seperti batang singkong dan kotoran hewan," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Pemusnahan Ribuan Obat-obatan Berbahaya di Kejari Metro
Berita Lainnya
-
Harga Telur Terpuruk, Peternak Ayam Petelur di Lampung Timur Terancam Rugi Besar
Selasa, 30 Juni 2026 -
Kecewa Jokowi Batal Hadiri Festival Budaya, Ribuan Warga Lamtim Tolak Pembagian Sembako
Senin, 29 Juni 2026 -
Gajah Jantan Ditemukan Mati di TNWK, Polisi Selidiki Penyebabnya
Senin, 22 Juni 2026 -
Satu Korban KM Arof Tenggelam di Lampung Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Rabu, 17 Juni 2026








