• Rabu, 26 Juni 2024

LTMPT Rilis Peringkat SMA Negeri di Lampung Merosot, SMA Swasta Naik

Jumat, 04 Agustus 2023 - 15.41 WIB
1.1k

pemeringkatan 6 sekolah terbaik di Lampung pada tahun 2023, berdasarkan hasil nilai UTBK. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengeluarkan rilis pemeringkatan 1.000 sekolah terbaik pada tahun 2023, berdasarkan hasil nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) pada tahun 2022.

Dari pemeringkatan LTMPT itu, hanya sebanyak 6 SMA di Lampung yang masuk, dengan rincian 3 SMA Negeri dan 3 SMA Swasta, dengan rincian :

  1. SMAN 2 Bandar Lampung pada tahun 2023 menduduki peringkat 658. Merosot drastis jika dibandingkan tahun 2022 berada pada peringkat 269 atau terjadi penuruan 389 peringkat.
  2. SMAN 1 Metro pada tahun 2023 menduduki peringkat 666, sedangkan pada tahun 2022 pada peringkat 257, terjadi penurunan 409 peringkat.
  3. SMAN 9 Bandar Lampung pada tahun 2023 menduduki peringkat 953, sedangkan pada tahun 2022 menduduki peringkat 486, atau turun 467 peringkat.

Berbeda dengan SMA Negeri di Lampung yang mengalami penuruan peringkat, sebanyak 3 SMA Swasta di Lampung mengalami peningkatan peringkat, dengan rincian :

  1. SMA Al-Kautsar peringkat 226 tahun 2023, sedangkan pada tahun 2022 berada pada peringkat 323.
  2. SMA Xaverius Bandar Lampung pada tahun 2023 berada pada peringkat 231, sedangkan pada tahun 2022 peringkat 284.
  3. SMA Islam Terpadu Baitul Muslim Lampung Timur menduduki peringkat ke 968.

Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung, Muhammad Ali mengatakan, SMA Negeri di Lampung perlu belajar kepada SMA swasta yang mengalami peningkatan peringkat.

Menurutnya, masih terdapat ego sentral antar sekolah yang menyebabkan tidak terjadinya kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

"Seharusnya adanya kolaborasi antara SMA dengan memiliki lulusan yang baik dengan SMA yang belum memiliki banyak lulusan terbaik," ujar Ali, saat dimingai keterangan, Jumat (4/8/2023) siang.

Menurutnya, kolarobasi antar sekolah itu dapat terwujud dengan dibangunnya komunikasi antar kepala sekolah melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

"Dalam MKKS tidak boleh menunjukan sikap ego satu sama lain, harus menekankan kolaborasi," tegasnya.

Selain itu, sekolah perlu menghadirkan tim khusus yang memberikan bimbingan kepada siswa untuk menghadapi UTBK. "Itu sangat perlu dilakukan agar meningkatkan mutu sekolah serta siswa dapat siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : Ternyata Ini Alasannya Warga NU Sangat Menghargai Keberagaman - Part 3