Honorer Bandar Lampung Menjerit, Tiga Bulan Gaji Belum Dibayar
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tiga bulan sudah gaji honorer
di kota Bandar Lampung belum juga dibayarkan oleh pemkot setempat. Akibatnya,
banyak honorer mengeluhkan atas keterlambatan gaji tersebut.
Salah satu honorer di lingkungan Pemkot Bandar Lampung yang tidak
ingin namanya disebutkan mengatakan, pemkot saat ini sibuk membagikan insentif
kader posyandu, RT hingga bantuan beras, sementara honorer menjerit karena gaji
belum dibayar.
"Ya honorer pada menjerit, karena gaji yang dibayarkan
terakhir baru sampai Maret. Sementara April, Mei dan Juni ini belum, jadi sudah
3 bulan gaji kita belum dibayarkan," ujarnya, Selasa (4/7/2023).
Ia berharap, pihaknya juga diprioritaskan bukan hanya Kepala
Lingkungan (Kaling) hingga RT saja yang terus dibagikan gajinya.
"Kita mau diprioritaskan juga. Kita juga berharap pemkot
bisa tau lah mana prioritas mana enggak. Karena hingga sore ini kita belum ada
pencairan dari pemkot," kata dia.
Ia menyampaikan, honorer tidak ingin merasa paling harus dikasihani
atau menjelekkan sebelah pihak.
"Tapi kan, ini honorer kerja, upahnya harus dibayar. Bukan
sekedar tunjangan jabatan seperti RT, aparat, kader yang memang punya
gaji," tegasnya.
Apalagi terangnya, honorer yang juga sebagai kepala rumah
tangga, dimana ada tanggungjawab yang harus diembannya untuk memberikan makan
anak dan istri.
"Kasihan yang kepala keluarga ngandelin uang dari gaji itu.
Emang pada enggak makan anak istri nya, kalo sakit emang bisa berobat dengan
menjual nama bunda (Walikota)," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan mengungkapkan, untuk membayar gaji
honorer setiap bulannya pihaknya harus merogoh kocek sebesar Rp9 miliar.
"Untuk gaji honorer April sudah mulai kita angsur, Mei dan
Juni belum. Ya bertahap kita bayarkan," kata Ramdhan.
Ia juga mengungkapkan, bahwa dana yang dimiliki Pemkot Bandar
Lampung terbatas, sehingga honorer dapat bersabar menunggu.
"Dana nya terbatas, sebab kita sehari dari PAD itu hanya
dapat Rp2 miliar. Dana itu untuk semua, ya jadi kita lakukan pembayarannya secara
bertahap gantian," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Herman Khaeron: Demokrat Harus Solid dan Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat di 2029
Sabtu, 11 April 2026 -
Truk Tangki Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung
Sabtu, 11 April 2026 -
Kejati Lampung Ungkap Keterlibatan Arinal di Kasus Korupsi PT LEB
Sabtu, 11 April 2026 -
Kena OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Punya Harta Rp20,3 Miliar
Sabtu, 11 April 2026








