Kapolda Lampung Benarkan OTT di Disdukcapil Lampura, 7 Pegawai Diamankan
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, saat memberikan keterangan, Selasa (13/6/2023). Foto: Martogi/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika membenarkan ada kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polres Lampura di Kantor Disdukcapil Lampura, Selasa (13/6/2023).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, kegiatan tersebut berkaitan dengan praktik pungli pembuatan KTP di dinas setempat. Sebanyak 7 orang diamankan dalam OTT tersebut diantaranya FW (42), AA (37), HS (39), HF (31), PS (45), SH (30), serta DM (36).
Saat ini, 7 orang yang diamankan masih diperiksa di Mapolres Lampung Utara guna didalami dan mengembangkan kasus tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, polisi juga menyita beberapa barang bukti diantaranya belangko, komputer dan uang tunai yang jumlahnya masih dihitung dan belum diketahui.
Baca juga : Kabid Disdukcapil Lampura Hingga Honorer Dikabarkan Kena OTT Saber Pungli
"Benar, ada beberapa orang yang diamankan, saat ini tim dari Polres Lampung Utara masih melakukan pendalaman," kata Kapolda, saat memberikan keterangan, Selasa (13/6/2023).
Disinggung OTT tersebut terkait pungli pembuatan KTP elektronik, Helmy enggan memberikan jawaban. "Sedang didalami, tapi peristiwa (OTT) itu memang ada," imbuhnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Lampura AKP Eko Rendi Oktama belum bisa menjelaskan terkait kronologis OTT tersebut. "Nanti diinfokan lagi, mohon bersabar," singkatnya. (*)
Video KUPAS TV : Selidiki Rumah Oknum Polisi Penampung 24 PMI Ilegal di Rajabasa
Berita Lainnya
-
Kejati Lampung Kantongi Dua Alat Bukti Kuat untuk Tetapkan Arinal Sebagai Tersangka
Selasa, 28 April 2026 -
Yakin Suami Tak Bersalah, Riana Sari Desak Kejati Usut Penyertaan Modal Awal Rp10 Miliar
Selasa, 28 April 2026 -
Breaking News! Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PT LEB
Selasa, 28 April 2026 -
Lebih dari 7 Jam, Arinal Djunaidi Masih Diperiksa di Ruang Penyidikan Kejati Lampung
Selasa, 28 April 2026








