Penuh Kerikil Berdebu, Warga Minta Perbaikan Ruas Jalan Terusan Ryacudu Dipercepat
Tampak jalan terusan Ryacudu penuh kerikil berdebu yang berasal dari material perbaikan jalan. Foto: Yudi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung
Selatan - Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan banyaknya debu dan kerikil di sepanjang ruas Jalan
Terusan Ryacudu Way Huwi Kecematan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, debu
tersebut datang dari timbunan material perbaikan ruas jalan provinsi itu.
Farhan salah satu
pengguna jalan saat dimintai keterangan mengaku terganggu dengan banyak nya
debu disepanjang ruas jalan itu, terlebih bagi pengguna jalan roda dua karena
polusi yang di timbulkan akan berdampak terhadap kesehatan dan juga berbahaya.
"Tiap hari saya
lewat sini, kebetulan saya mahasiswa UIN rumah saya dekat pom bensin Kota Baru,
sangat terganggu sebenernya karena debu inikan berbahaya buat kesehatan, kadang
juga kalau saya dibelakang mobil debu nya naik semua jarak pandang juga pasti
terbatas," jelasnya saat diminta keterangan, Kamis (25/05/2023).
Farhan juga
mengeluhkan lambatnya pembangunan jalan yang tergolong ramai itu.
"Sebenrnya kalau
di tangani secepat mungkin sebelum jalannya parah mungkin gak akan seperti ini,
cuma itu dia kenapa kok lambat bener harus nunggu rusak parah dulu baru ada
perbaikan," kata dia.
Sebelum melanjutkan
perjalan menuju rumah ia menyampaikan harapannya terhadap Pemerintah agar
pembangunan ruas jalan segera mungkin dipercepat demi kenyamanan berkendara.
"Harapannya
kepada pihak terkait agar perbaikan ruas jalan ini dilakukan secepat mungkin,
tapi bukan berarti asal 'dandan'. Pastikan kualitas pengerjaan nya juga bagus
supaya tahan lama jalannya," tegasnya.
Dari pantauan Kupastuntas.co
terlihat di bagian sebelah jalur kanan menuju arah exit tol Kota Baru sedang
dilakukan pengerjaan ruas jalan (beton).
Pengawas proyek, saat
dikonfirmasi menjelaskan bahwa pengerjaan proyek perbaikan ruas jalan tersebut
sepanjang 1300 meter dan sudah dikerjakan sejak dua bulan terahir.
"Sudah 2 bulan
kita mulai sebelum lebaran sudah mulai kita laksanakan, ini total panjang
pengerjaannya 1300 meter dalam estimasi enam bulan pengerjaan," jawabnya
saat diminta keterangan.
"Tapi hanya jalur
sebelah sini yang kita pegang kalau yang jalur sebelahnya itu beda lagi, tapi
insyaallah tahun ini juga sudah mulai diperbaiki," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Kementan Serahkan 260 Kasus Mafia Pangan ke Aparat Penegak Hukum
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Percepat Tanam Oplah dan CSR untuk Jaga Produksi Pangan
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Siapkan Anak Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Desa Tidak Bertransaksi Dolar, Akademisi UBL Nilai UMKM Tetap Rentan Dampak Global
Sabtu, 23 Mei 2026








