Sehari Menghilang, Nelayan Lamtim Ditemukan Tewas Tenggelam

Proses evakuasi jenazah nelayan Suratno (50) dari dalam laut oleh tim gabungan. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Kabar duka menyelimuti
keluarga Suratno (50), seorang nelayan asal Desa Sido Makmur, Kecamatan
Melinting, Kabupaten Lampung Timur yang sebelumnya dikabarkan hilang dan
ditemukan tewas tenggelam diperairan laut Karya Tani, Kecamatan Pasir Sakti,
Kabupaten setempat.
Dari informasi yang dihimpun, sebelumnya korban Suratno
berpamitan untuk melaut pada Sabtu (6/5/2023) pukul 10.45 WIB. Sebelum tenggelam
saksi yang melihatnya mengaku sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun
naas korban tidak dapat tertolong.
Kasat Polairud Polres Lampung Timur, AKP Yus Mawardi
menjelaskan bahwa korban yang tewas tenggelam ditemukan pada Minggu (7/5/2023)
diwilayah perairan Karya Tani.
"Peristiwa tersebut bermula saat korban sedang
berada di Perairan laut Karya Tani Kecamatan Pasir Sakti. Sekira pukul 09.45
WIB, korban turun dari kapal payang atau perahunya untuk memperbaiki
perahunya," kata dia saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin
(8/5/2023).
Kasat menjelaskan, berdasarkan hasil keterangan saksi,
korban sempat turun dari sampan untuk memperbaiki baling-baling yang tersangkut
sampah di laut.
"Kemudian, korban turun dari perahunya untuk
mengganti kipas perahunya. Ia turun dari kapal payang, nyemplung ke air, untuk
mengganti kipas atau propeler kapal yang rusak terkena sampah," jelasnya.
Sebelum tewas tenggelam, korban sempat terbawa arus bawah
laut. Namun sayangnya, korban tidak dapat terselamatkan.
"Kemudian, pada saat yang bersamaan, terjadi arus
bawah yang kencang. Pada saat itu, arus bawah kencang dan cuaca berkabut.
Akibatnya, korban terbawa arus dan tenggelam," bebernya.
"Kemudian, salah satu rekan korban, berupaya
melakukan pertolongan kepada korban. tetapi tidak kuat karena arus laut sangat
kencang. Akibatnya, korban Suratno tidak dapat tertolong dan tenggelam,"
imbuhnya.
Jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi tersangkut
di sebuah jaring ikan milik nelayan. Kondisi jasad nelayan naas itu masih utuh.
"Hari kedua pencarian, akhirnya Tim SAR Gabungan
berhasil menemukan korban dengan kondisi sudah tidak bernyawa," jelasnya.
"Kami berhasil menemukan mayat korban tersebut di
hari kedua pencarian. Saat ditemukan, mayat korban tersangkut oleh jaring
nelayan dalam kondisi utuh," lanjutnya.
Saat dievakuasi jasad korban langsung dibawa ke rumah
duka untuk dilakukan pemakaman. Polisi menyampaikan bahwa pihak keluarga enggan
melakukan otopsi jasad Suratno.
"Selanjutnya jenazah korban diantarkan ke rumah duka
dengan mobil ambulance langsung. Hal itu karena keluarga korban, menyatakan
bahwa tidak perlu dilakukan autopsi dengan melampirkan surat pernyataan
penolakan autopsi," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Singkong Petani Lampung Dibeli dengan Harga Rendah, Maradoni: Alat Ukur Kadar Aci Perusahaan Tidak Akurat
Sabtu, 03 Mei 2025 -
Polisi Tangkap 10 Tersangka dari Sejumlah Kasus Kejahatan di Lampung Timur
Jumat, 02 Mei 2025 -
9 Bulan Berlalu, Kasus Mayat Perempuan Dalam Karung di Lampung Timur Belum Terungkap
Jumat, 02 Mei 2025 -
Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Sukadana Pasar Lampung Timur Terbakar
Kamis, 01 Mei 2025