Lampung Disebut 'Destinasi Wisata' Teroris, Begini Respon Polda
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lampung disebut
'Destinasi Wisata' teroris, menanggapi hal itu Polisi mengaku akan mengaktifkan
kembali peran-peran pamong masyarakat seperti RT, RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa
dan perangkat desa yang lain guna memelihara Kamtibmas.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani
Pandra Arsyad mengatakan perlu adanya peran semua pihak dan sinergitas dalam
memelihara Kamtibmas.
"Dalam memelihara Kamtibmas, tugas ini
tidak semata-mata hanya dibebankan kepada pihak kepolisian. Perlu adanya Polisi
dan juga masyarakat dalam menangkal pelaku kejahatan kriminal, radikal hingga
terorisme," ujarnya Kamis (4/5/2023).
Terkait aksi terorisme yang rata-rata pelakunya
selalu ada di Lampung, Pandra menjelaskan Lampung merupakan gerbang pintu
masuknya orang dan barang yang sangat strategis. "Itu salah satunya kenapa
banyak orang yang suka bermukim," ucapnya.
Oleh sebab itu, cara mencegah hal tersebut
dengan cara mengaktifkan kembali peran-peran pamong masyarakat seperti RT, RW,
Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perangkat desa yang lain.
"Jadi jangan sampai kita tidak mengetahui
dan tidak peduli masuknya orang yang tidak kita kenal. Karena ada beberapa
kasus teroris, itu DPO semua," imbuhnya.
Dirinya pun menghimbau kepada seluruh masyarakat
terkhususnya Lampung apabila masyarakat mengetahui sesuatu yang mencurigakan
atau hal yang aneh agar melaporkan ke pihak berwajib. "Segera melapor ke
pihak berwajib jika melihat sesuatu yang mencurigakan," jelasnya.
Sebelumnya, MUI Lampung merespons aksi
penembakan yang dilakukan oleh pria asal Pesawaran di kantor MUI Pusat di
Jakarta. Ketua MUI Lampung Moh Mukri menyebut, Lampung kini menjadi 'destinasi
wisata' teroris dan aksi di Jakarta itu adalah bibit terorisme.
Pelaku diketahui bernama Mustopa NR warga Desa
Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Identitas Mustopa
sendiri ditemukan di lokasi kejadian. (*)
Berita Lainnya
-
Sekolah Rakyat di Kota Baru Ditarget Rampung Juli 2026, Siap Tampung 1.000 Siswa
Minggu, 26 April 2026 -
Achmad Yudi Wahyudin Paparkan Strategi Peningkatan Mutu Kinerja Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Berbasis Framework Appliedhe
Minggu, 26 April 2026 -
Bandar Lampung Sabet Juara I Nasional Creative Financing, Kemendagri Beri Penghargaan
Sabtu, 25 April 2026 -
Kunker ke Bandar Lampung, Mensos Dorong Akurasi dan Digitalisasi Data Bansos
Sabtu, 25 April 2026








