• Jumat, 23 Februari 2024

Buka Bimtek di Pesawaran, Sudin Sebut RPH Tingkatkan Nilai Jual Daging

Selasa, 18 April 2023 - 13.53 WIB
157

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin (baju kotak-kotak biru) saat Bimtek di Kabupaten Pesawaran, Selasa (17/4/2023). Foto: Eva/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sudin, S.E., menyebut, Rumah Potong Hewan (RPH) dapat menjadi sarana untuk meningkatkan nilai jual daging hewan ternak.

"Kalau hewan ternaknya dipotong, lalu dagingnya dijual pasti harganya lebih mahal daripada menjual hewan gelondongan," paparnya saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) bertema 'Peningkatan Produktivitas Ternak Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional', di Kabupaten Pesawaran, Selasa (17/4/2023).

Sudin mengatakan, konsumsi daging ayam di Indonesia hanya sebesar 8,1 kilogram per kapita. Angka tersebut masih di bawah rata-rata dunia yaitu 14,9 kilogram per kapita.

"Sedangkan konsumsi daging hanya 2,2 kilo per kapita, rata-rata dunia 6,4 kilo per kapita, dan daging domba 0,4 kilo, rata-rata dunia 1,3 kilo per kapita," jelasnya.


Fakta tersebut menunjukkan jika dibutuhkan strategi yang baik untuk meningkatkan produksi ternak.

"Melalui bimbingan teknis ini, bapak ibu peternak akan dibekali ilmu peternakan oleh para narasumber, silahkan disimak dengan saksama," ungkap Sudin.

"Di sini bapak ibu juga dapat menyampaikan aspirasi, permintaan kepada pihak kementan," timpalnya.


Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pesawaran diberi kesempatan untuk menjadi salah satu tempat digelarnya Bimtek.

Ia mengungkapkan, pihaknya didatangi investor dari Timor Tengah untuk menjadi produsen daging domba.

"Tapi syaratnya kabupaten kami harus punya RPH. Jadi kami minta bantuan pada Pak Ketua dan pihak Kementan untuk diadakan pembangunan RPH di sini," ucapnya.


Sementara Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Anwar Fuadi menuturkan, kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani kini meningkat. Sehingga peternak harus menyediakan hewan ternak yang lebih banyak.

"Namun saat ini kita sedang menghadapi tantangan berat, yaitu adanya PMK yang mengganggu produktivitas ternak," ungkap Anwar.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Perbibitan  Peternakan, Ditjen PKH, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Donald Harris Sihotang, aggota DPRD kabupaten Pesawaran, Camat dan Kepala Desa. (*)


Video KUPAS TV : Pelantikan Pengurus Provinsi FKI Lampung Periode 2023-2027