• Sabtu, 16 Mei 2026

Wagub Lampung Soroti Angka Prevalensi Stunting di Empat Daerah yang Cukup Tinggi

Selasa, 04 April 2023 - 16.05 WIB
254

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, saat dimintai keterangan, Selasa (4/4/2023). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menaruh perhatian khusus terhadap penanganan stunting di empat daerah yang berdasarkan hasil Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2022 mengalami peningkatan.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan, ke empat daerah yang memiliki angka prevalensi stunting masih cukup tinggi ialah Kabupaten Pesawaran yang berada diangka 25,1, Lampung Utara 24,7, Lampung Timur 18,1 dan Mesuji 22,5.

"Berdasarkan penilaian SDGs pada tahun 2022 kemarin ada empat daerah yang perlu kita dampingi dengan intensif karena adanya kenaikan angka prevalensi stunting nya. Ini yang jadi perhatian bersama," kata Chusnunia, saat dimintai keterangan, Selasa (4/4/2023).

Nunik sapaan akrab Chusnunia menjelaskan, terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan angka stunting di empat daerah tersebut mengalami kenaikan. Seperti budaya Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang belum berjalan.

"Faktor perkiraan yang menyebabkan stunting naik mungkin yang dimasukkan bukan hanya stunting saja tetapi juga angka ODF. Misal dia tidak diperhatikan sanitasi nya dan hamil maka ada potensi stunting yang juga harus di cegah," lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi degan kabupaten/kota untuk menyelaraskan progam kerja antar instansi terlebih yang fokus terhadap penurunan stunting. 

"Ada penurunan yang bagus seperti di Tanggamus dan Lampung Tengah. Kita ingin lebih detail dalam berkolaborasi, untuk daerah yang sudah bagus dan yang masih tinggi kita selaraskan program kerja apa yang sekiranya bisa dikerjakan agar semua turun," terangnya.

Selain itu, Nunik juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan alokasi dana melalui APBD Perubahan tahun 2023 dan juga APBD murni 2024 yang khusus untuk penanganan stunting.

"Anggaran juga harus fokus karena sekarang kita bisa leluasa. Tahun sebelumnya anggaran untuk penanganan Covid-19 tapi sekarang sudah ada kelonggaran. Ini digunakan untuk infrastruktur seperti timbangan atau intervensi gizi dan tenaga kesehatan," ungkapnya.

Untuk diketahui, angka prevelensi stunting di Lampung pada tahun 2022 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dimana angka stunting di Lampung ialah 15,8 persen sementara pada tahun sebelumnya masih berada diangka 18,8 persen. (*)

Video KUPAS TV : Pentingnya Menjaga Kesehatan Selama Bulan Ramadan

Editor :