• Jumat, 21 Juni 2024

Indeks Harga Konsumen Provinsi Lampung Maret 2023 Alami Inflasi 0,04 Persen

Selasa, 04 April 2023 - 11.14 WIB
167

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Lampung pada bulan Maret 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,04 persen Month to Month (mtm), lebih rendah jika dibandingkan dengan periode Februari 2023 yang mengalami inflasi sebesar 0,16 persen (mtm), dan lebih rendah dari rata-rata inflasi bulan Maret pada 3 tahun terakhir yang tercatat inflasi 0,25 persen (mtm).

Tingkat inflasi IHK tersebut lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,18 persen (mtm) dan inflasi gabungan 24 kota di wilayah Sumatera sebesar -0,12 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi gabungan kota di Provinsi Lampung Maret 2023 tercatat sebesar 5,59 persen (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi Nasional dan gabungan 24 kota di wilayah Sumatera yang masing-masing tercatat mengalami inflasi sebesar 4,97 persen (yoy) dan 5,16 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono mengatakan, inflasi pada bulan Maret 2023 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti bensin, bawang putih, daging ayam ras, air kemasan, dan telur ayam ras dengan andil masing-masing sebesar 0,038 persen, 0,029 persen, 0,029 persen, 0,029 persen, dan 0,026 persen. 

"Kenaikan harga bensin pada bulan laporan didorong oleh adanya kenaikan harga BBM-Pertamax per 1 Maret 2023. Kenaikan harga bawang putih didorong oleh meningkatnya permintaan di tengah volume impor pada Februari 2023 yang terkontraksi 8,31% (mtm)," kata Budiyono dalam siaran pers, Selasa (4/4/2023).

"Kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras seiring dengan kenaikan permintaan pada momen HBKN," sambungnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga air kemasan disebabkan adanya kenaikan permintaan seiring dengan meningkatnya kegiatan kebersamaan di tengah penurunan stok buffer. "Akibat adanya cuti bersama pada perayaan Hari Raya Nyepi dan persiapan bulan puasa," ungkapnya.

Budiyono mengungkapkan, inflasi yang lebih tinggi pada bulan Maret 2023 tertahan oleh deflasi pada sebagian  komoditas, diantaranya cabai merah, bawang merah, angkutan udara, baju kaos berkerah anak, dan udang basah dengan andil masing-masing sebesar -0,105 persen, -0,059 persen, -0,018 persen, - 0,012 persen dan -0,010 persen.

Penurunan harga cabai merah disebabkan oleh mulai masuknya periode panen di sejumlah sentra di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Penurunan harga bawang merah disebabkan oleh terjaganya pasokan seiring dengan mulai masuknya musim panen di daerah sentra di Brebes dan di Lampung (antara lain di Kota Metro).

"Lalu penurunan tarif angkutan udara disebabkan menurunnya harga avtur seiring dengan menurunnya harga minyak dunia pada Maret 2023. Penurunan harga baju kaos berkerah anak disebabkan adanya diskon yang diberikan oleh pelaku usaha. Penurunan harga udang basah terutama didorong oleh meningkatnya pasokan karena pengaruh cuaca," terang Budiyono.

Sementara itu, NTP Provinsi Lampung pada Maret 2023 tercatat sebesar 104,29, tumbuh 0,64 persen (mtm) jika dibandingkan dengan 103,63 pada bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP tersebut didorong oleh subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dan Peternakan yang masing-masing meningkat sebesar 1,67 persen (mtm) dan 0,58 persen (mtm) sejalan dengan kenaikan harga acuan CPO dunia akibat sentimen dunia terhadap implementasi B35 di Indonesia, serta kenaikan NTP Peternakan 

seiring dengan kenaikan permintaan pada momen HBKN.

"Meski NTP Provinsi Lampung secara umum tercatat di atas 100, NTP subsektor Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Budidaya masih berada di bawah 100 yang tercatat masing-masing sebesar 97,98, 98,54 dan 98,02," imbuhnya.

Menurut Budiyono, inflasi IHK gabungan dua kota di Provinsi Lampung akan mulai memasuki rentang sasaran inflasi 3±1 persen (yoy) pada  Semester II tahun 2023.

Oleh karena itu, terdapat beberapa risiko, di antaranya :

  1. Risiko yang perlu dimitigasi
  2. Risiko tingginya ketidakpastian supply energi Rusia dan perkembangan diversifikasi energi UE
  3. Risiko permintaan yang terakselerasi seiring dengan peningkatan UMP tahun 2023
  4. Kembali meningkatnya harga energi menjelang musim dingin akibat peningkatan permintaan global
  5. Risiko meningkatnya harga komoditas hortikultura
  6. Risiko kenaikan harga minyak yang didorong oleh kecenderungan meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dunia
  7. Dampak tunda 2nd round impact kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi inti
  8. Kembali meningkatnya harga komoditas VF-9 pada periode HBKN Idul Fitri 1444H
  9. Diseminasi kebijakan kenaikan tarif cukai rokok 2023 yang berpotensi mendorong percepatan kenaikan harga rokok

Dalam rangka mengantisipasi peningkatan tekanan risiko tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan perlu melakukan penguatan dan peningkatan sinergi serta komitmen bersama untuk memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif seiring dengan pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dengan upaya :

  • Memastikan keterjangkauan harga dari komoditas strategis
  • Memastikan ketersediaan pasokan kepada produsen, pedagang besar/utama, dan pedagang tradisional agar tidak terdapat kendala dalam distribusi pasokan, khususnya untuk komoditas beras
  • Memastikan kelancaran distribusi melalui TPID dan Satgas Pangan
  • Meningkatkan komunikasi efektif melalui penguatan koordinasi antara TPID dengan TPIP dan memperluas pemanfaatan PIHPS dan sistem harga lainnya sebagai landasan kebijakan TPID

Menyikapi perkembangan dan risiko inflasi kedepan menjelang perayaan HBKN, TPID Provinsi Lampung telah melakukan koordinasi melalui High Level Meeting (HLM) sebanyak 2 kali dan menyimpulkan stok pangan serta bahan bakar dan energi terpantau aman.

"TPID Lampung melakukan berbagai upaya seperti Pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah di 60 titik sampai dengan 19 April 2023, khususnya terhadap komoditas yang membutuhkan penanganan segera, dengan target 750.000 kg beras, 16.618 kg gula pasir, dan 16.625 liter minyak goreng," kata Budiyono.

Selanjutnya pelaksanaan Kerjasama Antar Dearah (KAD) Intra Provinsi, Pelaksanaan pemeriksaan kesiapan angkutan, pelabuhan, bandara, jalan tol, sarana prasarana pendukung, dan personil, penambahan extra flight dan Angkutan Hari Raya Idul Fitri, persiapan layanan e-ticketing serta pos pengamanan dan pelayanan, perencanaan rekayasa lalu lintas, Pemberian layanan tambahan BBM selama Ramadhan dan Idul Fitri oleh Pertamina, diantaranya SPBU siaga 24 jam di wilayah jalur potensial serta agen LPG yang disiagakan 24 jam. (*)


Video KUPAS TV : Pelantikan Pengurus Provinsi FKI Lampung Periode 2023-2027