Geruduk Kantor Bupati, Forum Martabat Olahraga Pringsewu Minta Bonus Atlet Dicairkan Sebelum Lebaran
Forum Martabat Olahraga Pringsewu saat berdialog dengan Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah. Foto: Manalu/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Pringsewu - Puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Martabat Olahraga Pringsewu menggeruduk Kantor Bupati Pringsewu, Selasa (4/4/2023).
Tujuan kedatangan mereka untuk berdialog dengan Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, guna membahas masalah bonus atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2022 yang dianggap tidak pantas.
Sebelum bertemu dengan Pj bupati, sempat terjadi negosiasi lantaran pihak Pemkab hanya memperbolehkan masuk 10 orang perwakilan dengan alasan keterbatasan tempat ruangan Pj. Namun berhubung dari pihak Forum Martabat Olahraga bersikeras agar semua boleh masuk akhirnya dialog dilaksanakan di aula utama Kantor Bupati.
Dalam dialog dengan Pj bupati yang dihadiri staf ahli, asisten dan Kadispora Jahron, Kordinator Lapangan Forum Martabat Olahraga Pringsewu, Rusmanto, membacakan beberapa tuntutan mereka.
"Kami meminta penundaan pemberian bonus atlet dan pelatih berprestasi karena menurut kami nilainya tidak pantas dan menciderai nilai semangat olahraga," kata Rusmanto.
Ketua KONI Pringsewu Dwi Pribadi mengatakan, dirinya sebagai pihak terkait tidak bisa menyelesaikan persoalan yang ada yakni tuntutan Forum Martabat Olahraga Kabupaten Pringsewu.
"Saya tidak punya wewenang untuk memenuhi tuntutan mereka oleh karena itu saya berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah," kata Dwi Pribadi.
Sementara perwakilan dari beberapa atlet Cabor meminta agar bonus atlet dan pelatih peraih medali pada Porpov 2022 agar diberikan sebelum lebaran.
Menyikapi hal tersebut Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah meminta Forum Martabat Olahraga Pringsewu untuk memahami kondisi kemampuan keuangan daerah.
"Anggaran APBD murni sudah berjalan jadi sudah tidak mungkin karena penyusunan anggaran harus berdasarkan mekanisme yang ada," kata Adi.
Namun demikian Pj mengatakan akan mengusulkan ke DPRD agar bonus atlet dan pelatih bisa di tambah pada APBD Perubahan.
"Jadi solusinya adalah uang bonus yang ada sekarang sekitar Rp.1 milliar supaya dihitung kemudian dibagikan. Untuk tambahannya nanti kita usulkan di APBD Perubahan," ujarnya.
Apa yang disampaikan Pj Bupati mendapatkan respon positif dari Forum Martabat Olahraga Kabupaten Pringsewu. Dan selanjutnya mereka bertolak ke Kantor DPRD Pringsewu untuk menyampaikan aspirasi.
Sebelumnya, Forum Martabat Olahraga Kabupaten Pringsewu mengancam akan turun menggelar aksi damai jika tuntutan mereka perihal bonus atlet dan pelatih Porprov 2022 tidak dipenuhi.
Koordinator Lapangan yang juga pengurus KONI Pringsewu Rusmanto mengatakan seyogyanya aksi damai akan digelar Senin (3/4/2023) besok. Namun karena bertepatan dengan upacara HUT ke 14 Pringsewu sehingga aksi damai ditunda.
"Kita juga harus menghormati momen upacara peringatan HUT Pringsewu ke -14," ujar Rusmanto saat menggelar rapat di Kantor KONI Pringsewu yang dihadiri atlet pelatih dan pengurus KONI Sabtu (1/4/2023).
Menurut Rusmanto peserta yang bakal turun untuk menggelar aksi terdiri dari Pengurus KONI Kabupaten Pringsewu. Pengurus, Pelatih Atlet Cabang Olahraga. Masyarakat, LSM, Ormas serta simpatisan Olahraga. "Jumlah peserta yang akan turun aksi diperkirakan mencapai 500 orang," imbuhnya.
Dikatakan Rusmanto, ada tiga tuntutan yang akan mereka sampaikan diantaranya, menunda pelaksanaan pemberian bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali dalam PORPROV IX Tahun 2022, meminta besaran nilai bonus prestasi bagi atlet dan pelatih minimal sama dengan bonus pada PORPROV VIII Tahun 2017. Kemudian meminta Kadisporapar di copot dan ganti.
Sementara Ketua KONi Pringsewu, Dwi Pribadi mengatakan, tuntutan mereka bukan semata-mata masalah uang, tapi supaya ada reformasi di bidang olahraga kemudian atlet olahraga perlu dapat perhatian.
"Para atlet ini telah berjuang dan membawa harum nama Pringsewu jadi wajar jika mereka diperhatikan," kata Dwi.
Menurut Dwi, Pada Porprov 2017, bonus untuk atlet (perorangan) peraih medali emas sebesar Rp10 juta, perak Rp6 juta, perunggu Rp3 juta. Sedangkan bonus atlet Porprov 2022 dianggarkan untuk peraih medali emas Rp7,5 juta, perak Rp3,5 juta dan perunggu Rp2 juta.
"Porpov 2017 bonus pelatih peraih medali emas sebesar Rp3 juta. Sementara Porpov 2022 bonus bonus pelatih peraih medali emas hanya dianggarkan sebesar Rp800.000, tentu angka ini sangat jauh dari harapan apa kami harus turun ke jalan untuk mencari koin," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Tim Gabungan Sidak Sejumlah Pasar Tradisional di Lampung Barat
Berita Lainnya
-
Ketika Cemburu Nyaris Merenggut Nyawa
Rabu, 13 Mei 2026 -
Polisi Bongkar Modus Gadai Mobil Bodong di Pringsewu, Pelaku Ditangkap di Jambi
Senin, 11 Mei 2026 -
Polisi Periksa Saksi Kasus Dugaan Penipuan Anggota DPRD Pringsewu terkait Bisnis MBG
Senin, 11 Mei 2026 -
Diduga Pecah Kongsi Bisnis Dapur MBG, Anggota DPRD Pringsewu Laporkan Rekan Satu Fraksi
Kamis, 07 Mei 2026








