• Kamis, 23 Mei 2024

Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sukoharjo Pringsewu Tanam Pohon Pisang

Senin, 27 Maret 2023 - 09.45 WIB
272

Sejumlah warga Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu saat menyuarakan aksinya menuntut perbaikan jalan di wilayah mereka. Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Insiden mobil sering terguling di tanjakan Jalan Raya Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu yang rusak parah, mendapat reaksi keras dari warga.

Puluhan warga yang dikawal puluhan personel Polsek Sukoharjo dan Polres Pringsewu turun ke jalan menggelar orasi menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan DPRD, Bahkan warga juga menanam pohon pisang di jalan yang rusak sebagai bentuk protes, Senin (26/3/23) pagi.

Miftahul Rohman (43) salah satu warga mengatakan, mereke sengaja turun kejalan agar pemerintah mendengar aspirasi warga. "Mudah mudahan didengar dinas terkait dan DPRD Provinsi khususnya DPRD Pringsewu dari dapil  Kecamatan Sukoharjo Adiluwih," ujarnya.

Menurut Mifta, dilokasi ini sering kejadian mobil terguling. Padahal kata dia, jalan yang rusak parah tidak begitu panjang. "Warga sudah sering secara  swadaya memperbaiki jalan tapi tidak tahan lama. Jangan sampai tanjakan ini dijuluki tanjakan maut," bebernya.

Safrudin (53) warga lainnya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan apalagi saat ini bulan Ramadhan. "Kami minta kepada pemerintah agar menyisihkan sebagian dari pajak masyarakat untuk digunakan memperbaiki jalan ini," tegasnya.

Sehari sebelumnya Minggu  (26/3/23) sebuah Mobil Fuso dengan No Pol BE 8516 AC bermuatan biji sawit terguling di Tanjakan Jalan Raya Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. sekitar pukul 10.30 WIB

Sehari sebelumnya Minggu  (26/3/23) sebuah Mobil Fuso dengan No Pol BE 8516 AC bermuatan biji sawit terguling di Tanjakan Jalan Raya Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. sekitar pukul 10.30 WIB

Menurut keterangan dari salah satu warga disekitar lokasi kejadian, mobil nahas tersebut melaju dari arah Pringsewu menuju Kalirejo Lampung Tengah.

Namun saat melintas di lokasi kejadian diduga mobil  tidak kuat menanjak akibat kondisi jalan yang rusak sehingga mengakibatkan mobil oleng ke kiri dan akhirnya terjatuh.

Rosulin (41) pengemudi truk mengatakan penyebab mobil terguling bukan karena melebihi muatan tapi karena fakto jalan yang kondisinya  berlubang. "Susah milih jalan, kalau muatan paling sekitar 9 ton," kata Rosulin.

Warga Pesisir Barat ini mengungkapkan sudah sering mobil terguling di lokasi tersebut. "Seingat saya sudah 6 kali. Kami khususnya supir berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki jalannya biar tidak terjadi lagi musibah seperti ini," harapnya.

Berdasarkan catatan insiden mobil terguling di lokasi tersebut bukanlah  yang pertama. Sebelumnya tanggal 24 Agustus 2022 Truk BE 8477 RW bermuatan ratusan karung berisi sekam terguling.

Selanjutnya pada tanggal 9 Januari 2023 Truk bermuatan 10 ton sawit BE 9742 UG terguling saat melaju dari Pringsewu menuju Kalirejo Lampung Tengah. (*)