• Rabu, 19 Juni 2024

Seorang Mahasiswa IAIN Metro Jadi Korban Pembacokan

Selasa, 21 Maret 2023 - 11.32 WIB
1k

Kondisi tangan sebelah kanan Korban Ferlian Nur Alif Prayoga yang mengalami luka bacok diduga oleh geng motor di Metro Timur. Foto: Istimewa

Kupastuntas.co, Metro - Aksi pembacokan yang diduga dilakukan oleh geng motor terjadi di Kota Metro. Kali ini korbannya seorang mahasiswa  mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, yang juga kader Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, pria yang mengaku menjadi korban pembacokan tersebut ialah Ferlian Nur Alif Prayoga (18).

Dirinya mengaku menjadi korban pembacokan oleh dua Orang Tidak di Kenal (OTK) yang mengendarai sepeda motor dan berkostum serba hitam hingga berhelm type full face.

Korban yang akrab disapa Alif tersebut menceritakan, peristiwa naas yang menimpanya terjadi pada Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelum insiden pembacokan terjadi, ia sempat menaruh curiga terhadap dua orang pemotor di wilayah Jalan Raya Stadion, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur.

"Itu kejadiannya malam, di dekat Lapas pas tempat gelap itu. Waktu itu saya keluar dari kos-kosan ke toko sekitar jam 10 malam. Saya boncengan dengan keponakan, pas saya masuk toko kok saya curiga ada orang yang nungguin di luar," kata Alif, saat dimintai keterangan, Selasa (21/3/2023).

“Lalu waktu saya pulang posisi jalan sudah sepi, saya sama saudara saya itu pulangnya spontan ngebut karena sudah curiga sama dua orang itu di belakang," imbuhnya.

Setelah sampai di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan makan cina, korban bersama kerabatnya mendapat serangan tiba-tiba dan membabi-buta.

"Saya dibuntuti, pas sampai jalanan sepi dan gelap, orang itu mau membacok kita. Saya spontan menangkis parang dan mengenai telapak tangan kanan saya, dan motor kan dihadang jadi kita berhenti. Saya lihat parang itu disembunyikan di pakaian pelaku itu," ungkapnya.

Kaget dengan peristiwa yang dialaminya, mahasiswa yang merupakan warga Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara tersebut langsung tancap gas menyelamatkan diri.

"Setelah itu kita lari menyelamatkan diri, sempat dikejar juga pas kita lari, tapi Alhamdulillah bisa lolos. Lalu kita berhenti dan saya bersihkan luka saya, terus kami kembali ke kost," terangnya.

Alif yang juga Kader PMII Kota Metro tersebut mengaku trauma dan belum sempat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi.

"Luka saya di telapak tangan kanan karena menangkis parang itu, kalau laporan ke polisi memang belum, saya masih menunggu keluarga saya. Kalau trauma pasti ada, mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti ini lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Jurai Siwo Metro, Yoga Firmansyah mengungkapkan, korban pembacokan yang diduga dilakukan geng motor di wilayah Kecamatan Metro Timur tersebut merupakan kadernya.

"Saat ini korban dalam pemulihan, selain luka juga trauma. Korban memang belum melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi maupun pihak kampus," tandas Mahasiswa Hukum Tata Negara IAIN itu. (*)


Video KUPAS TV : Cerita Kismanto, Satpam Korban Penembakan Rampok di Bank Artha Kedaton