• Kamis, 23 Mei 2024

Rumah Semi Permanen di Way Halim Habis Dilahap Si Jago Merah, 3 Orang Meninggal

Sabtu, 18 Maret 2023 - 23.04 WIB
333

Skrinsut video kebakaran yang merenggut 3 nyawa di Way Halim Bandar Lampung. Foto: Martogi/Kupastuntas.co

Kuapstuntas.co, Bandar Lampung - Rumah semi permanen di Jalan Sultan Agung atau tepatnya terusan Mie Aceh, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung hangus terbakar dilahap api, Sabtu malam (18/3/2023) sekitar pukul 21.45 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, 3 orang meninggal dunia diantaranya seorang ibu dan 1 orang anaknya, dan 1 anak tetangga. 

Seorang warga, Prapto mengatakan awalnya dirinya sedang duduk di rumah dan kaget melihat rumah tetangganya sudah terbakar.

"Saya lagi duduk, kaget tiba-tiba api sudah membesar," ujarnya.

Ia menjelaskan dalam peristiwa tersebut, ada 3 orang menjadi korban jiwa. "Iya ada 3 korban, ibu sama dua anak," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan tidak mengetahui asal muasal penyebab kebakaran tersebut. "Kurang tahu penyebabnya, tiba-tiba sudah besar apinya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan mengatakan rumah yang terbakar tersebut merupakan semi permanen. "Jadi 80 persen rumah itu kayu dan triplek," ucapnya.

Dalam peristiwa tersebut, pihaknya menerjunkan sebanyak 30 personil dan 3 unit damkar serta satu unit mobil rescue. 

Dirinya mengungkapkan dalam peristiwa kebakaran tersebut, terdapat 3 korban jiwa yaitu seorang ibu dan dua orang anak. "Ada 3 korban jiwa, satu dewasa dan dua anak kecil. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dapur," ucapnya.

Antoni menjelaskan rumah semi permanen tersebut memang dihuni oleh korban dan dipakai juga sebagai tempat usaha batu cincin. 

"Dugaan api berasal dari percikan bensin karena di depan kios ini ada jualan bensin. Jadi langsung menyambar ke bangunan," jelasnya.

Kemudian, ketiga korban jiwa inisial J (28), A (3) dan AR (2) tersebut dibawa ke RS Abdul Moeloek. "Api berhasil dipadamkan setelah 20 menit kemudian," imbuhnya. (*)