• Jumat, 23 Februari 2024

583 Mahasiswa ITERA Wisuda, Pesan Rektor: Beri Kontribusi Bagi Kemajuan Bangsa

Sabtu, 18 Maret 2023 - 19.34 WIB
146

Suasana wisuda mahasiswa Itera, Sabtu (18/3/23). Foto: Yudha/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatra (ITERA) telah mewisuda 583 mahasiswanya di aula gedung kuliah umum 1 ITERA pada Sabtu, (18/3/2023).

Rektor ITERA Prof I Nyoman Pugeng Aryantha berpesan kepada lulusan agar mampu menempati berbagai sektor strategis di Sumatra khususnya dan Indonesia umumnya, sesuai dengan cita-cita didirikannya ITERA untuk melahirkan enginer-enginer bagi bangsa.

Menurutnya, para lulusan harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan-pembanguan dengan berbagai peran yang dijalankan sesuai dengan bidang keilmuannya.

"Kita harapkan lulusan berkontribusi secara maksimal memberikan solusi-solusi pembangunan dalam segala bidang, kita berharap mereka terjun langsung ke dunia Pemerintahan, menjadi bagian dari pemberi saran-saran nanti kepada Pemerintah," tandas I Nyoman saat diwawancarai awak media.

Ia juga berharap, para lulusan nantinya dalam dunia industri dapat melahirkan solusi-solusi atas permasalahan yang dapat menjadi penopang bagi kegiatan perekonomian.

"Menjadi agen perubahan dengan ide-ide kreatif dan inovatif sesuai bidangnya, agar membuat kita yakin para lulusan dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini," tandasnya.

Pihaknya saat ini berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

"ITERA telah menjalankan program MBKM tahun akademik 2020-20221 yang tertuang dalam Peraturan Senat Akademik Nomor 1 tahun 2020, tentang Norma Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar kampus Merdeka di ITERA," tukasnya.

Dengan adanya program MBKM tersebut, para lulusan diharapkan dapat menjawab tantangan dunia industri dengan penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kampus Merdeka menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam mengatasi permasalahan dunia pendidikan tinggi saat ini, yaitu penyerapan tenaga kerja dan relevansi lulusan dengan dunia industri," tutupnya. (*)