• Kamis, 23 Mei 2024

Stok MinyaKita di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung Langka

Senin, 13 Maret 2023 - 15.11 WIB
172

Stok minyaKita yang kosong di salah satu pedagang di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung. Foto: Yugo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Stok minyak goreng kemasan merek MinyaKita di Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung tidak ada atau langka.

Dalam pantuan kupastuntas.co, Senin, (13/03/2023) di beberapa pedagang minyak goreng di Pasar Bambu Kuning, mengalami kekosongan minyak goreng kemasan merek MinyaKita sudah terjadi sejak 2 minggu yang lalu.

Pedagang sembako pertama, Ruminah mengatakan, stok minyak goreng kemasan merek MinyaKita tidak ada dan belum dikirim oleh agen.

"Sejak 2 minggu lalu sampai saat ini, memang benar stok MinyaKita tidak ada dan belum tersedia lagi," kata Ruminah, saat dimintai keterangan. Senin (13/3/2023).

Ia menuturkan, terdapat dua distributor yang mengirim minyak goreng kemasan MinyaKita ialah Indomarco dan BW.

"2 minggu lalu, saya dapat 2 dus MinyaKita dari Indomarco. Saat dapat minyak goreng tersebut, masyarakat langsung membeli dan habis," tuturnya.

"Kalo dari BW sudah sebulan lalu, sampai hari ini belum ada yang anter ke pasar," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang sembako kedua, Rahmat. Ia mengatakan, sejak dua pekan terakhir, stok minyak goreng kemasan MinyaKita kosong.

"Untuk sekarang minyaknya masih kosong, dan belum tersedia lagi di toko kami sampai hari ini," kata Rahmat.

Rahmat menuturkan, minyak goreng kemasan merek MinyaKita dijual dengan harga Rp14.000 per liter dan minyak goreng tersebut paling banyak diminati pelanggan dikarenakan harganya yang murah.

"Berhubung sekarang stok MinyaKita lagi kosong, banyak masyarakat yang beralih ke minyak goreng kemasan lain seperti minyak goreng merek Tawon," tutur Rahmat.

Rahmat berharap kepada pemerintah, untuk dapat menyediakan kembali stok minyak goreng kemasan merek MinyaKita untuk masyarakat khususnya para pedagang seperti mereka.

"Ya berharap banget kepada pemerintah, untuk cepat menyediakan kembali minyak goreng tersebut agar tidak langka," ungkapnya. (*)