• Kamis, 14 Mei 2026

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemkab Lambar Usul Pengembangan SRG ke Kemendag

Jumat, 03 Maret 2023 - 08.32 WIB
277

Pj Bupati Lampung barat Nukman bersama jajaran saat audiensi dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, di Hotel Novotel Bandar Lampung pada Kamis (2/03/2023) malam. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani Kopi di Kabupaten Lampung Barat, Pj Bupati Nukman mengusulkan pengembangan program sistem resi gudang (SRG) untuk komoditas kopi robusta Lampung Barat ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Usulan tersebut di sampaikan Nukman kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan usai Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2023 yang gelar di Hotel Novotel Bandar Lampung pada Kamis (2/03/2023) malam.

Menurut Nukman hal tersebut perlu dilakukan karena memiliki banyak dampak positif bagi para petani kopi di Lampung Barat. Program SRG sendiri nantinya jika berhasil di kembangkan akan memberikan dampak yang sangat bagus dari segi kualitas harga sehingga perekonomian para petani akan lebih baik dan sejahtera.

"Karena kopi robusta merupakan salah satu potensi di Lampung Barat, tentunya kita harus bisa memastikan agar petani bisa mendapatkan harga yang baik, sehingga perlu adanya inovasi terkait pengembangan SRG di Lampung Barat agar potensi yang ada bisa semakin dikembangkan," kata Nukman ketika di konfirmasi, Kamis (2/03/2023) malam

Selain SRG, tambah Nukman, pihaknya juga mengusulkan agar diadakan program pengembangan pasar dan bedah warung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lampung Barat. Karena hal itu merupakan sarana yang penting dalam perdagangan sekaligus upaya mendukung masyarakat untuk menggerakkan perekonomian.

Dalam kesempatan tersebut kata Nukman Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) dan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merespon baik usulan-usulan yang diberikan, Zulkifli Hasan juga memberi arahan agar kopi di Lampung terkhusus di Lampung Barat bisa dikelola dengan baik.

"Dalam arahannya, Pak Mentri juga mengarahkan agar kopi di Lampung ini bisa diolah dengan baik, sehingga nantinya bisa memberikan nilai jual yang bagus bagi para petani di Lampung khususnya Lampung Barat dan kita berharap dengan dilakukannya audiensi tersebut, pemerintah bisa mendukung usulan pengembangan SRG untuk komoditi kopi di Lampung Barat," pungkasnya.

Disela-sela kegiatan audiensi tersebut, terlihat Pj Bupati Nukman didampingi Kepala Diskoperindag Lampung Barat, Tri Umaryani memberikan sumbuk yang merupakan tas khas kebudayaan Lampung Barat. Diketahui, sumbuk tersebut berisi produk-produk UMKM Lampung Barat yakni seperti kopi, pisang, gula semut, dan lainnya.

Untuk diketahui bahwa SRG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang dalam hal ini suatu upaya untuk memastikan pasokan komoditas di suatu daerah bisa dikelola dengan baik. Dikutip dari bi.go.id, SRG adalah instrumen yang dapat digunakan untuk menjaga kestabilan harga/inflasi komoditas pangan dengan mekanisme tunda jual.

Bisa disimpulkan, program SRG ini dapat membuat hasil komoditas bisa tersimpan dengan baik serta menunda penjualannya hingga harga komoditas tersebut mulai membaik. Dengan begitu, resiko para petani mengalami kerugian akibat harga suatu komoditas yang turun pun bisa berkurang. (*)

Editor :