Empat Perusahaan Ini Penyumbang Pajak Air Bawah Tanah Terbesar di Lamteng
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Pembayaran pajak air bawah tanah di Lampung Tengah masih di dominasi 4 perusahan besar. 4 perusahaan besar itu adalah; PT. GGP, PT. Gunung Madu Plantation (GMP), Gula Putih Mataram (GPM) dan BW Group.
PT. GGP
Rp3.295.493.489, GMP Rp1.779.911.760, BW Group ada 13 perusahaan Rp1.115.692.810,
dan Gula Putih Mataram (GPM) Rp609.429.871.
Kepala Badan Pendapatan
Daerah (Bapenda) Lampung Tengah Asrul Sani diwakilkan Kasubid Penetapan dan
penyuluhan Agus menjelaskan, di tahun 2022 pendapatan pajak air bawah tanah ada
kenaikan alias over target, yaitu dari target Rp9.158.038.077, terealisasi Rp9.241.550.623 terhitung sampai 30
Desember 2022.
“Adanya over target
pajak air bawah tanah, sehingga dari target yang kita tentukan naik sekitar 341
juta lebih, dengan demikian pendapatan pajak air bawah tanah setiap tahun kita
naik terus, terutama perusahaan besar,” papar Agus. Senin (6/2/23).
Jumlah Perusahaan di
Lampung Tengah yang menyumbang pajak air bawah tanah di tahun 2022 ada 78 perusahaan.
“Total wajib pajak air
bawah tanah 2022 ada 78 perusahan, baik besar maupun kecil, bila di bandingkan
dengan tahun 2021 ada 68 perusahaan berarti ada penambahan 10 perusahaan,”
katanya.
Terkait kendala di
lapangan saat tim turun langsung, Agus mengaku pihaknya kesulitan menemui
pimpinan perusahaan, sering kali petugas kita hanya di temui mandor.
Karena hanya ditemui mandor
saja, petugas tidak bisa menanyakan lebih detail, hanya mengecek lokasi Sumur
Bor yang diberitahukan sesuai data yang dimiliki.
Agus mengaku, untuk
meningkatkan jumlah pajak air bawah tanah, pihaknya melakukan pemasangan alat
seperti kamera CCTV, dan water meter, dari situ akan terdeteksi jumlah
pemakaian dan berapa yang harus di bayarkan.
Pihaknya mengaku tahun
2023 akan melakukan penambahan kamera sebanyak 150, yang sebelumnya hanya
memiliki 84 kamera saja di titik Sumur Bor.
“Tahun 2023, pajak air
bwah tanah target kita masih tetap sama dengan tahun 2022, intinya masih
mengacu dengan data lama, namun biasanya ada kenaikan tiap tahun,” katanya. (*)
Berita Lainnya
-
Polisi Dilempari Batu Saat Hendak Tangkap Pelaku Begal di Pesta Pernikahan Lampung Tengah
Jumat, 05 Juni 2026 -
Dari Pinggir Jalan hingga Gubuk, Tiga Bandar Narkoba di Lampung Tengah Diciduk Polisi
Rabu, 03 Juni 2026 -
Enam Tahun Buron, Pembobol Rumah Lansia di Lampung Tengah Akhirnya Dibekuk
Sabtu, 30 Mei 2026 -
Winarti dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri Panen Ikan dan Jagung di Palas, Dukung Swasembada Pangan
Jumat, 29 Mei 2026








