• Selasa, 21 Mei 2024

Kapolsek Beberkan Video Viral Permohonan Maaf Wanita Penyebar Hoax di Metro

Kamis, 02 Februari 2023 - 08.27 WIB
2.9k

Kapolsek Metro Barat Polres Metro Polda Lampung, IPTU Amirul Hasan saat diwawancarai. Kamis (2/2/2023). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Usai viral kabar penculikan anak yang mengegerkan warga Kota Metro pada Rabu (1/2/2023) kemarin, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Barat Polres Metro Polda Lampung bergerak cepat melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku penyebar informasi Hoax tersebut.

Hasilnya, kurang dari 24 jam, Polisi berhasil mengendus keberadaan dan pelaku pertama pengunggah informasi hoax penculikan anak ke media sosial WhatsApp dan Facebook.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, Polisi Polsek Metro Barat melalukan pendalaman atas informasi yang beredar di media sosial soal kabar penculikan anak di SD Negeri 1, Jalan Proklamasi, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat.

Pada Rabu (1/2/2023) sekitar pukul 15.00 WIB, sejumlah personil Polisi menindaklanjuti informasi tersebut dengan mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil pendalaman Polisi, diperoleh keterangan bahwa orang yang mengapload ke grup WhatsApp dan Facebook tersebut ialah Neni Trianingrum (31) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga RT 008 RW 004, Desa Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Ia merupakan salah satu Wali murid di sekolah tersebut.

Sementara orang yang Neni Trianingrum curigai sebagai penculik anak tersebut diketahui bernama Ratno (49), seorang petani warga Jl. Raya Adipuro, RT 017 RW 007, Desa Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Akibat hal itu, potret Ratno membanjiri laman media sosial.

Baca juga : Viral! Video Permohonan Maaf Penyebar Kabar Hoax Penculikan Anak di Metro

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kapolsek Metro Barat, IPTU Amirul Hasan menerangkan, pengungkapan pelaku penyebar kabar Hoax yang menggerakkan masyarakat tersebut berhasil ditemukan melalui tracing jejak digital.

"Setelah anggota mendatangi TKP dan mendapatkan keterangan dari saksi-saksi bahwa yang mengupload ada di grup WA sama Facebook. Setelah kita telusuri kita dapatkan nomor telepon orangnya, lalu kita hubungi orang itu yang merupakan ibu-ibu untuk datang ke Polsek melakukan klarifikasi," kata IPTU Amirul Hasan saat diwawancarai, Kamis (2/2/2023).

"Begitu juga bapak yang dicurigai, kami lakukan penelusuran dan kami temukan. Kemudian kami minta datang ke kantor Polsek Metro Barat melalui pamong. Akhirnya kedua belah pihak itu datang ke Polsek," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, Neni Trianingrum dan Ratno merupakan warga Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Anak Neni sendiri menempuh pendidikan di bangku kelas 4 SD pada sekolah tersebut.

"Kebetulan keduanya itu merupakan Warga Lampung Tengah warga Kecamatan trimurjo dan untuk ibu itu kebetulan anaknya sekolah di situ kelas 4 SD," ungkapnya.

Kepada Polisi, Neni Trianingrum mengaku, menyebarkan informasi hoax penculikan anak tersebut karena termotivasi dengan kabar penculikan yang belakangan viral.

"Motif ibu itu menyebarkan informasi hoax itu karena mendengar kabar penculikan anak yang viral akhir-akhir ini. Pada saat dia menjemput anaknya dilihat ada bapak itu yang mau mencari alamat, saat ditanya mungkin agak sedikit bingung sehingga dia curigailah, lalu dia foto bapak itu dan dia upload," jelas Kapolsek.

"Atas dasar itu, dia menyebarkan informasi hoax yang awalnya di grup WhatsApp wali murid bahwa ada yang dicurigai kemudian diupload juga di Facebook," tambahnya.

Kemudian, keduanya dikumpulkan di Mapolsek Metro Barat. Setelah dilakukan mediasi, keduanya saling memaafkan dan Ratno sebagai orang yang diviralkan juga menerima dan tidak akan melakukan penuntutan.

"Mereka keduanya terima jadi semalam di Polsek itu sudah saling memahami dan terima jadi tidak melakukan penuntutan. Jadi sanksi sosialnya ibu itu meminta maaf di Polsek kepada bapak itu dan kepada masyarakat kota Metro," terangnya.

Guna mengantisipasi dan mencegah agar hal tersebut tidak terulang kembali serta merugikan masyarakat, maka Polisi mengimbau agar warga dapat bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami Polsek Metro Barat juga mengimbau kepada masyarakat yang menerima adanya isu-isu agar lebih selektif dan juga bijak menggunakan media sosial serta memberikan arahan atau himbauan kepada anak-anaknya supaya jangan terlalu percaya dengan orang yang belum dikenal," tandasnya. (*)


Video KUPAS TV : Polisi Pastikan Isu Penculikan Siswa SD di Bandar Lampung Adalah Hoaks


Editor :