BMKG: Januari 2023 Lampung Dilanda 35 Gempa, Paling Kuat di Pesibar 4,7 Magnitudo
Foto: BMKG
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kotabumi mencatat, telah
terjadi sebanyak 35 gempa bumi tektonik di sebagian wilayah Lampung selama Januari
2023.
Staf Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi, Agung
mengatakan, gempa disebabkan pergerakan lempeng bumi dan menimbulkan gempa
tektonik yang berpusat baik di laut maupun di darat.
"Untuk wilayah Lampung pada periode bulan Januari 2023
ini telah tercatat sebanyak 35 gempa bumi," ujarnya, Kamis (2/2/2023).
Sementara jelasnya, dari total jumlah tersebut yang paling
besar kekuatan gempanya berada di tenggara Pesisir Barat yaitu 4,7 Mag.
Sedangkan kata Agung, untuk di awal Februari ini sudah
terdapat 4 kali gempa, yaitu pada tanggal 1 Februari terjadi gempa pada pukul
00:40 WIB di Baratdaya Tanggamus dengan besaran gempa 3,6 mag.
Kemudian ada tiga kali gempa di tanggal 2 Februari yaitu
dimulai pukul 06:13 WIB terjadi di Pesisir Barat sebesar 2,8 mag, pada pukul
08:35 WIB juga terjadi di Tanggamus dengan besaran 2,3 mag.
"Terakhir gempa di Tenggara Pesisir Barat pada pukul
19:19 WIB sebesar 4,7 Mag, dengan kedalaman 34 km dipermukaan laut,"
ungkapnya.
Agung melanjutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan
kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi
dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng
Eurasia.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat
guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi
ini dirasakan di wilayah Pesisir Barat,
Tanggamus dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah,
terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Di Liwa, Lampung Barat dengan
Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda
ringan yang digantung bergoyang). Namun hingga saat ini belum ada laporan
mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
Sementara, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung,
Rudy Hariyanto menjelaskan, sering terjadinya guncangan gempa yang terjadi di
Lampung, hal ini karena adanya pergerakan lempeng bumi di sekitaran provinsi
Lampung.
"Tapi yang namanya gempa bumi ini belum bisa di
prediksi baik tempat kejadian, waktu dan kekuatannya. Namun jelasnya, gempa
bumi seperti yang terjadi ini tidak berpotensi stunami," ungkapnya.
Oleh karenanya ia menghimbau, masyarakat agar tetap tenang
dan waspada, terutama tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Namun, jika terjadi gempa warga supaya menghindari bangunan
yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tidak ada
kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum
anda kembali ke dalam rumah," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








