• Kamis, 14 Mei 2026

BMKG: Januari 2023 Lampung Dilanda 35 Gempa, Paling Kuat di Pesibar 4,7 Magnitudo

Kamis, 02 Februari 2023 - 20.43 WIB
266

Foto: BMKG

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kotabumi mencatat, telah terjadi sebanyak 35 gempa bumi tektonik di sebagian wilayah Lampung selama Januari 2023.

Staf Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi, Agung mengatakan, gempa disebabkan pergerakan lempeng bumi dan menimbulkan gempa tektonik yang berpusat baik di laut maupun di darat.

"Untuk wilayah Lampung pada periode bulan Januari 2023 ini telah tercatat sebanyak 35 gempa bumi," ujarnya, Kamis (2/2/2023).

Sementara jelasnya, dari total jumlah tersebut yang paling besar kekuatan gempanya berada di tenggara Pesisir Barat yaitu 4,7 Mag.

Sedangkan kata Agung, untuk di awal Februari ini sudah terdapat 4 kali gempa, yaitu pada tanggal 1 Februari terjadi gempa pada pukul 00:40 WIB di Baratdaya Tanggamus dengan besaran gempa 3,6 mag.

Kemudian ada tiga kali gempa di tanggal 2 Februari yaitu dimulai pukul 06:13 WIB terjadi di Pesisir Barat sebesar 2,8 mag, pada pukul 08:35 WIB juga terjadi di Tanggamus dengan besaran 2,3 mag.

"Terakhir gempa di Tenggara Pesisir Barat pada pukul 19:19 WIB sebesar 4,7 Mag, dengan kedalaman 34 km dipermukaan laut," ungkapnya.

Agung melanjutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.      

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan  di wilayah Pesisir Barat, Tanggamus dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Di Liwa, Lampung Barat dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Sementara, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudy Hariyanto menjelaskan, sering terjadinya guncangan gempa yang terjadi di Lampung, hal ini karena adanya pergerakan lempeng bumi di sekitaran provinsi Lampung.

"Tapi yang namanya gempa bumi ini belum bisa di prediksi baik tempat kejadian, waktu dan kekuatannya. Namun jelasnya, gempa bumi seperti yang terjadi ini tidak berpotensi stunami," ungkapnya.

Oleh karenanya ia menghimbau, masyarakat agar tetap tenang dan waspada, terutama tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Namun, jika terjadi gempa warga supaya menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah," tandasnya. (*)

Editor :