• Senin, 06 Februari 2023

Warga Keluhkan Kerusakan Sejumlah Sarpras Olahraga di Metro

Rabu, 25 Januari 2023 - 14.52 WIB
302

Sejumlah pekerja saat menutup genangan air dalam lapangan sepakbola Stadion Tejosari menggunakan pasir. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) Olahraga di Kota Metro mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat diminta merespon cepat keluhan serta melakukan perbaikan.

Dari pantauan Kupastuntas.co, kerusakan fasilitas olahraga dikeluhkan masyarakat pecinta tenis lapangan. Keluhan itu muncul lantaran atap lapangan yang bocor saat hujan deras. Selain itu juga terdapat sekitar 36 titik lubang pada atap lapangan Tenis indoor di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur.

Kemudian, keluhan fasilitas olahraga selanjutnya muncul di Stadion Tejosari, Kecamatan Metro Timur. Dilokasi tersebut terlihat kawasan dalam lapangan dan lintasan joging track tergenang air disejumlah titik.

Dilokasi stadion, juga terpantau dua orang pekerja yang sedang melakukan penimbunan di dalam lapangan sepakbola dengan menggunakan pasir. Hal itu dilakukan agar air yang menggenangi lapangan dapat segera terserap.

Saat dikonfirmasi, penjaga lapangan tenis indoor yang akrab disapa Abah Lilik mengungkapkan bahwa kebocoran disebabkan oleh sambungan pada atap yang rusak.

"Yang bocor itu dari atap satu ke yang satunya itu kalau kena hujan mekar, dan air itu mengalir dari sela-sela sambungan atap itu. Deras banget itu bocornya," kata dia kepada Kupastuntas.co, Rabu (25/1/2023).

Ironisnya, atap yang mengalami kebocoran tersebut belum genap dua bulan dilakukan perbaikan. Tak hanya itu, hantaman bola softball juga disebut sebagai faktor utama yang memperparah kondisi kebocoran atap.

"Jadi bocor ini muncul setelah didandani, kurang lebih sudah satu bulan ini. Terakhir didandani sekitar bulan November. Jadi habis dibenerin malah bocor," bebernya.

"Kalau yang habis kena bola softball itu sudah di benerin tapi malah bocornya lebih parah habis dibenerin. Maka ditaruh bak untuk nampung air ditengah lapangan itu," imbuhnya.

Ia beserta sejumlah petenis berharap agar pemerintah Kota Metro melalui Dinas terkait segera melakukan perbaikan sebelum kondisi semakin parah.

"Harapannya ya itu segera dibenerin, saya juga sudah melaporkan bocor itu ke Dispora," pungkasnya.

Sementara itu di stadion Tejosari, para pekerja mengaku telah melakukan penimbunan pasir ke dalam lapangan sejak kemarin. Ia memprediksi, penimbunan lapangan dengan pasir tersebut dapat rampung hingga sepekan mendatang.

"Semua ini yang menggenang akan ditimbun, sudah dua hari ini dikerjakan. Ya cuma berdua saja yang ngerjainnya, jadi belum tau selesainya kapan, paling tidak sampai seminggu," ucap Madil, seorang penjaga Stadion yang ikut melakukan penimbunan lapangan.

Pria yang akrab disapa Mang Cek itu mengungkapkan, dalam dua hari telah habis sebanyak dua rit pasir untuk menimbun lapangan sepakbola dalam stadion.

"Yang diutamakan nimbun di dalam lapangan itulah, pakai pasir ini. Sudah dua rit habis pasir ini, untuk nimbun tiga titik yang tergenang air ini. Kalau nimbun yang lain kami belum ada perintah," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan penimbunan menggunakan pasir pada tahun 2022. Namun, lantaran hujan dengan intensitas tinggi yang kerap melanda Metro membuat kawasan dalam stadion tergenang.

"Tahun kemarin itu cuma timbun pasir untuk tempat joging itu cuma didepan tiang bendera, sama keliling pas mau upacara bendera 17 Agustus tahun 2022 kemarin. Yang jadi masalah itu kalau hujan begini tempat jogingnya ikut ambles," tutupnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kupastuntas.co, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Tri Hendriyanto menyebut, penyebab kebocoran atap lapangan tenis indoor akibat hantaman bola softball.

"Itu kan dulu bocor sudah kita benerin, nah sekarang itu bocor lagi itu kena bola softball. Mau membenahi itu kan harus pesan barangnya dulu dan sudah kita pesan, barang itu tidak ada di Lampung," jelasnya.

"Sudah dalam proses pembenahan, itu kan kalau ganti atapnya harus satu lembar. Kalau yang kecil-kecil bisa ditambal. Pasti kami benahi walaupun anggarannya tidak ada, yang penting bagus dulu. Barangnya datang langsung diperbaiki, pesannya itu di Surabaya," tambahnya.

Sementara soal air yang menggenangi lapangan stadion Tejosari, pihaknya tengah melakukan perbaikan dengan cara menimbun genangan menggunakan pasir.

"Soal lapangan stadion ini, pemeliharaan tahun kemarin ada tapi itu diluar fisik pemeliharaan yang tahun kemarin. Tahun kemarin kan hanya benerin lapangannya luasnya 1 hektar," terangnya.

"Sekarang sudah dibenerin, sudah dua hari ini. Di stadion itu fokusnya penimbunan pasir di dalam lapangan itu, rumputnya juga sudah ditanam. Tinggal kami akan lakukan perbaikan lintasannya, nanti untuk orang lari disana,"  sambungnya.

Hendri menegaskan, dua Sarpras olahraga yang rusak tersebut telah menjadi prioritas perbaikan oleh pihaknya. Ia menargetkan, hasil perbaikan dapat dirasakan satu bulan kedepan.

"Prioritas perbaikan ini lapangan tenis indoor dan stadion. Kalau stadion sudah berjalan perbaikannya. Kalau lapangan indoor itu atapnya pakai Onduline dan sudah dipesan dua hari yang lalu, tinggal nunggu paling lama 10 hari datang barangnya, nanti langsung kita kerjakan," tandasnya. (*)