• Minggu, 29 Januari 2023

Kabar Baik, Angka Stunting di Lambar 2022 Turun 6,1 Persen

Rabu, 25 Januari 2023 - 16.21 WIB
31

Ilustrasi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Barat mencatat angka kasus stunting di Lampung Barat mengalami penurunan sebesar 6,1 persen pada tahun 2022.

Kepala Bappeda Lampung Barat Agustanto Basmar menyampaikan bahwa berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 angka stunting di Kabupaten setempat sebesar 22,7 persen sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 16,6 persen.

"Pemerintah melalui tim penanganan stunting terus melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka stunting. Berbagai program kegiatan mulai dari rembuk stunting pekon sampai kabupaten, pemutakhiran data sampai dengan intervensi terhadap gizi sensitif dan gizi spesifik," ujar Agus, Rabu (25/01/2023).

 Agustanto menambahkan bahwa berbagai kegiatan terkait upaya penurunan angka stunting masih terus dilakukan dan tersebar di sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA), Ketahanan Pangan dan Dinas PUPR.

"Tahun 2022 Lambar menjadi lokus konvergensi stunting, sehingga kita terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting termasuk mengoptimalkan penggunaan Dana Desa, kita berharap agar tahun mendatang angka stunting semakin rendah seiring dengan tumbuhnya kesadaran dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Diketahui pada tahun 2022 lalu di Lampung Barat ada 12 Pekon (Desa) di 6 Kecamatan yang menjadi lokus penanganan stunting rinciannya Kecamatan Sumber Jaya Pekon Sindang Sari. Kemudian Kecamatan Kebun Tebu Pekon  Trubudi Syukur, Kecamatan Suoh Pekon Banding Agung dan Sumber Agung.

Kecamatan Bandar Negeri Suoh Pekon Gunung Ratu, Tanjung Sari dan Negeri Jaya, lalu Kecamatan Belalau Pekon Suka Makmur dan Bumi Agung, dan Kecamatan Batu Brak Kota Besi, Sukabumi, dan Sukaraja, "Dan kita berharap apa yang menjadi tujuan kita untuk menekan angka stunting di Lampung Barat bisa terwujud," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang di himpun Kupastuntas.co saat ini Kabupaten Lampung Barat masih berada di posisi ke-8 Kabupaten Kota dengan angka stunting terendah sebesar 16,6 persen, kemudian tulang bawang barat 16,4 persen, Pringsewu 16,2 persen, Bandar Lampung 11,1 persen, Metro 10,4 persen, Tulang Bawang 10,2, Lampung Selatan 9,9 dan Lampung Tengah 8,7.

Kemudian untuk posisi angka stunting yang paling tinggi di duduki Kabupaten Pesawaran sebesar 25,1 persen, Lampung Utara 24,7, Mesuji 22,5, Tanggamus 20,4, Way Kanan 18,4, Lampung Timur 18,1 dan Pesisir Barat 16,7 persen. Data tersebut diperoleh berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022. (*)