• Minggu, 29 Januari 2023

Investasi Lampung 2023 Ditarget Rp 11 Triliun, Berikut Lima Negara Investor Teratas

Rabu, 25 Januari 2023 - 11.30 WIB
65

Rapat kerja FOILA tahun 2023 yang berlangsung di auditorium KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (25/1/2023). Foto:Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2023 ini menargetkan nilai investasi nasional sebesar Rp1.400 triliun dan Provinsi Lampung mendapatkan target sebesar Rp11 triliun.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi mengatakan, pemerintah pusat mengharapkan agar pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dapat bersinergi guna mencapai target tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kusnardi saat rapat kerja Forum Investasi Lampung (FOILA) tahun 2023 yang berlangsung di auditorium Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (25/1/2023).

"Upaya yang terus kita terus lakukan dengan penggalian potensi investasi, promosi investasi, regulasi kemudahan berusaha, insentif penanaman modal, review terhadap hambatan regulasi penanaman modal dan perizinan dan juga mendorong program kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM di daerah," katanya.

Kusnardi menjelaskan, realisasi investasi Provinsi Lampung hingga triwulan III tahun 2022 ialah sebesar Rp6,8 triliun atau 61,98 persen dari target yang diberikan BKPM untuk Lampung yaitu sebesar Rp11 triliun.

Adapun realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,46 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1.19 triliun. Realisasi investasi berdasarkan wilayah Kota Bandar Lampung berkontribusi sebesar Rp1,08 triliun atau 50,41 persen terhadap realisasi investasi Provinsi Lampung.

"Sedangkan realisasi investasi berdasarkan sektor, sektor industri makanan berkontribusi sebesar Rp1.707 miliar diikuti sektor perumahan, kawasan  industri dan perkantoran, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, perdagangan dan reparasi, industry kimia dan farmasi," bebernya.

Menurutnya, negera investor teratas dengan realisasi investasi PMA di Lampung terbesar sampai dengan triwulan III ialah Belanda Rp722.529.370.000, British Virgin Island Rp241.176.040.000, Singapura Rp190.714.290.000, Tiongkok Rp16.767.970.000 dan Malaysia Rp5.153.080.000.

"Sekarang FOILA juga telah memiliki website yang dapat memasukkan data dan informasi terkait potensi dan peluang investasi di daerahnya. FOILA juga akan menyediakan data dan informasi, memonitor, mengelola dan memelihara iklim investasi di Lampung agar terus berkembang dan meningkat," lanjutnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung Irfan Farulian menjelaskan, untuk menjaga optimisme investor dan pelaku usaha pada 2022, sudah ada beberapa kegiatan yang digelar antara lain kegiatan event promosi investasi dan perdagangan.

"Seperti event business meeting chongqing China kemudian event Lampung Begawi yang di dalamnya terdapat promosi investasi dan perdagangan. Kemudian event road to Indonesia Investment Forum Dubai hingga event foodex Jepang," kata dia.

Sedangkan kegiatan promosi investasi dan perdagangan melalui koordinasi antara Bank Indonesia baik di daerah, pusat maupun luar negeri seperti London, Beijing, Tokyo, Singapura, dan New York yang bekerjasama dengan KBRI, Konjen, dan Indonesia Investment Promotion Center.

"Ada juga beberapa proyek investasi yang Clean and Clear yang telah dipromosikan dan berhasil dilakukan one on one meeting dengan calon investor. Diantaranya Kawasan Terintegrasi Bakauheni, Waste to Energy TPA Bakung dan Way Laga Bizpark," jelasnya. (*)


Video KUPAS TV : 7.953 Anggota PPS se-Provinsi Lampung Resmi Dilantik