• Senin, 06 Februari 2023

Budidaya Cancing Tanah, Andriansyah Raih Omset Rp 7 Juta per Bulan

Rabu, 25 Januari 2023 - 11.04 WIB
39

Andriansyah (31) saat memberikan pakan hewan ternak cancing tanah di samping rumahnya. Foto: Towo/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Hewan cacing tanah tentunya tidak asing di kalangan masyarakat. Namun siapa sangka hewan bertubuh kecil ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah ketika diternakkan dengan baik.

Andriansyah (31) Warga Dusun Sri Rahayu 1, Kampung Kota Gajah Timur, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) yang sudah dua tahun melakoni bisnis ternak cacing tanah.

Sapa sangka, hewan yang kecil yang menggelikan itu bisa menompang perekenomian keluarga Andriansyah, bahkan pengahasilanya bisa di atas upah minimum Provinsi (UMP) di Lampung.

Ketika ditemui saat memberikan pakan hewan ternak cacing tanah di samping rumahnya, Andriansyah dengan baik memberikan penjelasan terkait budiday. dan Jijik.

Di samping rumah dengan ukukran 9×6 meter dengan pembagian petak 50 Cm x 6 Meter. Tiap Petak menghasilkan cacing 10 Kg.

"Sekali panen dalam satu bulan dengan ukuran 9×6 meter bisa menghasilkan Rp5 juta sampai Rp7 juta," kata Andriansyah, Rabu (25/1/2023).

Sedangkan untuk bibit cacing ini, ia membeli dengan harga Rp60 ribu per Kg. Adapun untuk metode pemelharaan, satu petak diisi bibit cacing 1 Kg. Saat sudah besar dipindahkan ke petak berikutnya, dan terus menerus hingga usia 45 Hari dan bisa dipanen.

"Kalau mau usaha cacing tanah, modalnya jangan jijik dan geli, karena kita tiap hari pasti memegang cacingnya," kata Andriansyah.


Ia mengaku awal mula memulai ternak memang merasa jijk dan geli, namun lama-lama menjadi kebiasaan dan sudah terbiasa, apalagi dwengan hasil yang cukup menjanjikan.

"Saya tertarik budidaya cacing tanah dua tahun lalu saat diajak orang tua melihat usaha cacing tanah di Gunung Sugih. Dari situ saya mulai belajar bagaimana merawat cancing tanah dari nol sampai besar. Perawatan sangat mudah dan tidak perlu diperlakukan khusus. Memberikan makan juga tidak perlu tiap hari," terangnya.

Sementara untuk jenis cacing dibudidayakan Andriansyah ada Cacing African Night Crawler (ANC) dengan keunggulan ukuranya lebih besar dua kali lipat dari cacing biasa. Lalu ada cacing Tiger dengan ukuran lebih kecil.

Cacing ANC, masa perawatan sampai panen hanya butuh waktu 45 hari, dengan penjualan melalui online. Ada juga pembeli yang langsung mengambil ke ruma, dan rata-rata para penjual burung di pasar.

"Para pemancing juga banyak yang beli. Apalagi kalau musim lomba Gala Tama di pemancingan, banyak orang datang beli cacing," ujarnya.

Untuk harga jual cacing ANC secara online yakni Rp50 ribu - Rp60 ribu per Kilogram (Kg), sedangkan utntuk harga offline Rp40 ribu  per Kg.

Sementara untuk cacing jenis Tiger harganya cukup tinggi di angka Rp80 ribu. Hal itu dikarenakan pemeliharaan sampai pane cukup lama, sekita 6 bulan.

"Kalau Cacing Tiger sudah ada yang mengambil, karena untuk bahan kosmetik," paparnya.

Sedangkan untuk pakannya sendiri, menurut Andriansyah cukup banyak tersedia dan mudah didapatkan, seperti Kohe (kotoran Sapi), Ampas Tahu, Tetes Tebu, EM4 (Bakteri).

Adapun perbandingan untuk mencampurkan bahan pakan cacing menggunakan perbandingan 1 : 3, untuk 50 liter dicampur 1 ember ampas tahu, 3 Ember Kohe, 1 gelas tetes tebu dan EM4. (*)