• Minggu, 29 Januari 2023

Berikut Lima Usulan Proyek Investasi di Lampung Tahun 2023

Rabu, 25 Januari 2023 - 13.34 WIB
57

Rapat kerja Forum Investasi Lampung (FOILA) tahun 2023 yang berlangsung di auditorium Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (25/1/2023). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung mencatat setidaknya ada lima usulan proyek investasi didaerah setempat yang akan dilakukan pada tahun 2023 ini.

Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Lampung Tri Setyoningsih, menjelaskan jika kelima usulan proyek investasi tersebut diantaranya Bakauheni Harbour City, Agripark Bandar Lampung, Geothermal Way Ratai, Kawasan Industri Tanggamus dan Waste to Energy TPA Bakung.

"Dari kelima usulan itu nanti akan dimasukan kedalam kalender event Forum Investasi Lampung (FOILA) tahun 2023. Diantaranya ada koordinasi antar investor relation unit (IRU), regional investor relation unit (RIRU), dan global investor relation unit (GIRU), investment and tourism summit, Lampung begawi dan Lampung investment summit," kata dia saat memberikan keterangan, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya, agar semua usulan proyek investasi tersebut dapat terealisasi maka harus ada beberapa hal yang diperhatikan dimana saat ini investor mulai beralih kepada proyek investasi yang bernilai dan ramah terhadap lingkungan.

"Terkadang ada pula beberapa proyek yang berpeluang dapat dipromosikan namun memiliki status yang masih belum clean and clear sehingga investor harus berpikir lagi untuk dapat merealisasikan," kata dia.

Ia menjelaskan jika berbagai negara memiliki karakteristik sendiri untuk dapat mewujudkan investasi. Seperti negara Australia dimana daerah harus menyusun dan menawarkan profil proyek disertai dengan data yang komprehensif dan valid.

"Data juga harus dapat dipertanggungjawabkan dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu menjaga komunikasi yang baik dan intens dengan para investor," lanjutnya.

Selanjutnya untuk proyek yang siap ditawarkan harus dipastikan ketersediaan tenaga kerja, listrik, air, telepon, gas dan tanah. Lokasi pembangunan proyek juga harus potensial untuk investasi.

"Keamanan politik dan ekonomi daerah juga harus tetap dijaga. Infrastruktur pendukung seperti kondisi jalan, jarak dari pelabuhan atau bandara juga menjadi salah  satu pertimbangan," katanya. (*)