• Minggu, 29 Januari 2023

Kesal Harga Anjlok, Petani di Lambar Buang Tomat ke Jurang

Sabtu, 21 Januari 2023 - 13.06 WIB
97

Skrinsut video yang viral memperlihatkan seorang petani membuang tomatnya ke jurang karena kesal harga anjlok. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Lagi-lagi akibat harga tomat yang anjlok petani di Pekon (Desa) Hanakau, Kecamatan Sukau membuang ratusan Kilogram tomat yang telah dipanen ke jurang. Petani merasa kesal sebab saat ini harga tomat hanya berkisar di harga Rp800/Kg.

Beredar video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan dua orang petani sedang membuang tomat yang telah di susun dalam peti ke sebuah jurang yang berada di Kecamatan Sukau, dalam video tersebut petani mengeluhkan anjlok nya harga tomat dan membandingkan dengan harga peti.

"Tomat murah enggak laku mahalan kotaknya dari pada tomatnya," ujar salah seorang petani yang ada dalam video. Berdasarkan penelusuran Kupastuntas.co petani yang ada di dalam video tersebut merupakan warga Kecamatan Sukau, namun petani tersebut tidak berhasil ditemui.

Sementara Pudin petani lain membenarkan peristiwa itu sebab menurutnya harga tomat saat ini sudah terjun bebas standarnya harga tomat Rp4000/Kg namun yang terjadi saat ini adalah harga tomat turun hingga menyentuh di harga Rp600 hingga Rp800/Kg.

Pergerakan harga tomat di pasaran menurut Pudin terjadi secara bertahap, sebulan yang lalu harga tomat masih menyentuh di harga Rp2000/Kg kemudian berangsur turun hingga saat ini. Penyebabnya karena masa panen petani yang berbarengan sedangkan daya jualnya rendah.

"Pasaran nya mungkin lagi sepi peminatnya kurang sedangkan yang panen banyak, karena kalau obat-obatan harga nya stabil semua jadi yang mempengaruhi anjloknya harga tomat ini karena pasaran nya," kata Pudin saat di wawancara di sela-sela kegiatan berkebunnya, Sabtu (21/01/2023).

Pudin melanjutkan bahwa dalam sekali panen para petani bisa menghasilkan 400 hingga 500 kotak tergantung luas lahan tanam masing-masing petani, dalam satu kotak bisa mencapai 50 Kg dengan masa tanam selama 80 hari dari mulai menyemai hingga siap panen.

Pudin mengatakan untuk tomat yang telah di panen biasanya dijual keluar daerah seperti ke Padang. Fenomena harga tomat yang anjlok itu kata Pudin memang setiap tahun terjadi dan untuk mengantisipasi dampak kerugian yang lebih besar pihaknya juga menanam jenis sayuran lain.

"Karena untuk lokalan sendiri enggak kemakan dia muntah, sehingga harapan kita tentu agar harga tomat bisa naik lagi bisa stabil agar para petani juga tidak merasa terbebani dengan harga pasar seperti sekarang ini," pungkasnya. (*)