• Minggu, 05 Februari 2023

Mahasiswa Pertukaran Universitas Teknokrat Indonesia Adakan Kontribusi Sosial di Desa Hanura Pesawaran

Sabtu, 14 Januari 2023 - 10.53 WIB
3.7k

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Teknokrat Indonesia di Desa Hanura, Pesawaran. Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Pesawaran - Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Teknokrat Indonesia bekerjasama dengan perangkat Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran telah menyelenggarakan kegiatan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar, Jumat, (13/1/2023).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Modul Nusantara yang wajib dilakukan oleh para peserta PMM. Kontribusi Sosial merupakan upaya untuk melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat setempat. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 43 mahasiswa peserta PMM, dibimbing oleh tim LO, perangkat Desa Hanura, serta para dosen pembimbing, yakni Berlinda Mandasari, M.Pd., M. Ghufroni An’ars, M.Pd., dan Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd. Adapun sasaran kegiatan Kontribusi Sosial ini adalah warga Desa Hanura, siswa SD Negeri 7 Hanura, serta siswa TK Arrahman Hanura. 

Kegiatan bagi warga Desa Hanura meliputi penyuluhan pentingnya melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tips mengelola keuangan sebagai persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, serta penggunaan media sosial secara bijak. Sementara itu, kegiatan yang dilaksanakan bagi siswa di SD Negeri 7 dan TK Arrahman Hanura meliputi pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris secara interaktif, serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Para mahasiswa dari 11 provinsi di seluruh Indonesia ini merupakan peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Kemendikbud RI tahun 2022. Mereka berasal dari 59 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan mengikuti perkuliahan selama satu semester penuh di Universitas Teknokrat Indonesia. 

"Mereka diperkenankan memilih mata kuliah lintas program studi untuk membangun pola pikir merdeka belajar, serta mendapatkan pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya tanpa batasan disiplin ilmu tertentu. Bukan hanya akan mempelajari berbagai kajian akademis di dalam ruang kelas, mereka juga diajak mengenal budaya Lampung dan diharapkan dapat menjadi pengalaman kultural berharga yang akan diinternalisasi di daerah asal masing-masing," kata Berlinda.

Selain berkesempatan mengenal budaya Lampung lebih dekat, di kampus Universitas Teknokrat Indonesia para mahasiswa PMM juga berkesempatan mengikuti berbagai program komptensi unggulan yang dimiliki kampus UTI. Program kompetensi yang ditawarkan adalah Kelas Metaverse, Robotika, Multimedia, Seni & Budaya, Traditional Green Buliding, Energi Baru Terbarukan, serta English for Public Speaking. 

Para mahasiswa dari berbagai suku budaya di seluruh Indonesia itu diajak mengenal kekhasan yang dimiliki kampus UTI serta kebudayaan Lampung yang kaya. Mereka berlatih tarian kreasi asal Lampung, Tari Manjau, serta mendapatkan pengalaman belajar tentang perkembangan teknologi metaverse.

"Setiap kegiatan yang diikuti para mahasiswa pertukaran merupakan implementasi dari rancangan yang sebelumnya telah disusun dalam proposal dosen Modul Nusantara. Adapun semua kegiatan yang telah dan akan dilakukan seluruhnya dibiayai oleh Program PMM Kemendikbud RI. Bukan hanya itu, dalam program ini, para mahasiswa juga mendapat biaya tempat tinggal, akomodasi dari daerah asal, uang makan, serta potongan uang kuliah selama satu semester penuh. Program PMM yang berslogan “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” ini merupakan turunan dari program Kampus Merdeka yang juga diprakarsai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI," ujar Berlinda.

Dengan adanya program PMM di kampus Universitas Teknokrat Indonesia diharapkan, dapat menambah erat rasa kebhinekaan masyarakat antar suku, budaya dan bahasa di Indonesia, khususnya dimulai dari para mahasiswa peserta PMM.

"Kegiatan para peserta PMM di Desa Hanura diharapkan dapat menjadi langkah baik yang mampu memberi dampak nyata. Para mahasiswa PMM ini diharapkan dapat menjadi pembaharu yang mampu menyumbangkan ide-ide kreatif mereka kelak kepada masyarakat tempat mereka tinggal," pungkasnya. (**)