Embarkasi Haji Penuh Bandara Raden Inten Masih Terkendala Sejumlah Persyaratan Ini
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung, Qodratul Ikhwan, saat dimintai keterangan, Rabu (11/1/2023). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Upaya Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung untuk menjadikan Bandara Radin Inten II dari embarkasi antara
menjadi embarkasi haji penuh masih terkendala berbagai persyaratan.
Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov Lampung,
Qodratul Ikhwan, menjelaskan jika perjuangan Pemprov Lampung untuk menjadikan
Bandara Radin Inten sebagai emberkasi haji penuh sudah berlangsung sejak lama.
"Emberkasi haji penuh ini sudah kita perjuangkan dan
kita upayakan sejak lama. Kalau secara prinsip sebenarnya Lampung sudah sangat
lah siap menjadi emberkasi haji penuh," katanya saat dimintai keterangan,
Rabu (11/1/2023).
Menurut Qodratul secara prinsip Bandara Radin Inten II telah
layak dijadikan sebagai emberkasi haji penuh. Hal tersebut lantaran Bandara
Radin Inten sudah berstatus sebagai bandara internasional dan mampu menampung
pesawat berbadan besar.
"Status bandara sekarang sudah internasional karena
dulu yang dipermasalahkan belum internasional. Selain jumlah jemaah haji
Lampung juga sudah sangat memadai, kuota kita 7000 dan ini masih bisa
bertambah," lanjutnya.
Ia menjelaskan jika Bandara Radin Inten bisa menjadi
emberkasi haji penuh maka akan ada banyak manfaat yang dirasakan. Salah satunya
ialah subsidi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk Ongkos Transit
Daerah (OTD) yang ditanggung oleh pemerintah daerah.
"Selain itu jemaah juga tidak capek harus transit dulu,
bisanya jemaah dari Lampung harus transit di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi kalau
sudah emberkasi penuh maka gak perlu lagi. Tapi kita akan terus upaya dan
komunikasi dengan instansi terkait," kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung,
Bambang Sumbogo, mengungkapkan jika beberapa hal yang harus dipenuhi untuk
menjadi emberkasi penuh ialah instrument landing system (ILS) serta overlay
runway atau tebal lapis tambahan.
Menurutnya ILS merupakan alat navigasi untuk mendaratkan
pesawat berbadan besar sementara ketebalan landas pacu harus berada diangka 74
centimeter sementara di Bandara Radin Inten masih berada diangka 63 hingga 68
centimeter.
"Kalau dari sisi jemaah sebenernya sudah sangat memadai
karena kita sudah ada di 19 kloter lebih.
Apalagi daftar tunggu kita sampai 20 tahun. Kita terus komunikasi kan
agar emberkasi penuh bisa benar-benar terwujud," katanya. (*)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026








