• Minggu, 29 Januari 2023

Petani Jagung Lampura Keluhkan Harga Jual Anjlok

Senin, 09 Januari 2023 - 11.47 WIB
465

David (25), pengepul jagung di Desa Abung Jayo. Foto: Yudha/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Petani Jagung di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengeluhkan harga jagung yang anjlok di tahun 2023 jika dibandingkam dengan tahun 2022.

"Untuk tahun 2023 harga jagung kering itu Rp2.800 per kilogramnya, sedangkan di tahun 2022 harganya kisaran Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilonya," ujar Joko (48), salah satu petani jagung di Desa Abung, Senin (09/01/2022).

Menurutnya, harga jagung di tahun 2023 sangat murah dan memberatkan bagi petani. Biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan harga jual jagung.

"Untuk 1 hektar tanah yang ditanami jagung, membutuhkan modal sekitar Rp7 juta sampai dengan Rp10 juta. Pendapatan kotor perhektar sekitar Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta," tambahnya.

Ia merincikan, untuk biaya Rp7 juta tersebut, biaya bajak berkisaran Rp800 ribu. Lalu pupuk kotoran ayam seharga Rp30 ribu per karung, dan membutuhkan sekitar 100 karung per hektar. Lalu pupuk kimia membutuhkan 4 kwintal, dimana 1 karung pupuk seberat 50 kilogram.

"Untuk panen membutuhkan 10 orang buruh tani yang dibayar sekitar Rp70 ribu sampai dengan Rp100 ribu per orang dikali dengan waktu panen sekitar 2 hari. Lalu upah ojek juga sekitar Rp7.000 per karung, kalau satu hektar itu 200 karung," tambahnya.


Ditambah dengan upah pasca panen, yakni pembershihan batang jagung sekitar Rp100 ribu per buruh, membutuhkan sampai 5 sampai 6 buruh perhaktar estimasi 2 hari. Juga upah menanam jagung, dengan biaya buruh Rp100 ribu sebanyak 10 buruh sama waktu pengerjaan 1 hari. Belum lagi apabila sewa lahan perhektar Rp7 juta per tahun.

Ia juga menjelaskan, musim tanam jagung dimulai saat musim penghujan yakni sekitar bulan Oktober hingga Januari. Dengan jarak tanam menuju panen 3-4 bulan.

Senada dengan itu, Suparmin (58) petani di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan mengeluhkan harga jagung yang anjlok.

"Tahun 2022 harga jagung itu paling murah Rp3.400 per kilogram, bahkan pernah sampai harga Rp4.000 per kilogram. Tahun 2022 lalu saat panen, saya dapat harga Rp3.600 per kilo. Pendapatan bersih saya tahun lalu Rp10 juta," ungkapnya.

Dengan harga jagung yang saat ini anjlok, ia berharap terdapat kenaikan harga sehingga tidak membuat petani jagung merugi.


Terpisah, David (25) seorang pengepul jagung di Desa Abung Jayo mengatakan saat ini harga Jagung anjlok sejak awal tahun 2023.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan harga antara jagung kering dan jagung basah, dimana harga jagung kering lebih mahal dibandingkan dengan jagung basah.

Pada akhir tahun 2022, harga jagung berkisar antara Rp3.000 hingga termahal Rp3.500 per kilogram, namun menurun drastis diawal tahun

"Di 2023, harga jagung kering berkisaran Rp2.800 sampai Rp2.900. Untuk harga jagung basah hanya Rp2.000 perkilogramnya," jelasnya.

Menurutnya, para petani mayoritas menjual jagung basah dengan alasan memiliki bobot jagung lebih besar.

"Kalau jagung basah memang kelebihanya di bobotnya lebih berat. Tapikan kalau dihitung-hitung, harga jagung basah lebih murah, dan juga kalau jagung basah itu ada potongam 50 persen, sedangkan jagung kering tidak ada potongan meskipun bobotnya tidak besar," tambahnya.

Untuk proses jemur jagung dari jagung basah menjadi jagung kering mebutuhkan waktu sekitar 1 pekan dengan kondisi cuaca yang cerah. (*)


Video KUPAS TV : Produksi Beras di Provinsi Lampung Surplus 1 Juta Ton Lebih