• Minggu, 05 Februari 2023

Nilai Transaksi Pasar Modal di Lampung Capai Rp23 Triliun Per November 2022

Selasa, 03 Januari 2023 - 20.09 WIB
64

Ilustrasi

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi pasar modal di Provinsi Lampung mencapai Rp23 triliun, dari Januari sampai November 2022.

"Januari hingga November 2022 nilai transaksi pasar modal mencapai sebesar Rp23.533.007.779.779," ujar Kepala Kantor BEI Perwakilan Provinsi Lampung Hendi Prayogi, saat dikonfirmasi, Selasa (3/1/2023).

Sementara jelasnya, data pada Desember 2022 belum keluar lantaran masih dilakukan proses perekapan.

"Kemungkinan di Minggu depan keluarnya," timpalnya.

Hendi mengaku, di tahun 2022 terdapat pertumbuhan nilai transaksi yang cukup baik, karena nilainya lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Januari sampai November 2021 total transaksi sebesar Rp21 Triliun atau lebih tepatnya Rp21.506.547.197.533," ungkapnya.

Selain itu kata Hendi, terkhusus jumlah investor saham sendiri di Lampung saat ini mencapai 86.756 orang.

"Sedangkan untuk total investor pasar modal termasuk (saham, Reksadana, obligasi) sebanyak 246.603 orang," terangnya.

Ia pun mengaku, dari jumlah investor tersebut yang paling banyak ada di kota Bandar Lampung.

"Untuk investor saham di Bandar Lampung sebanyak 34.023 orang. Sedangkan jumlah investor pasar modal keseluruhan di kita yang ada di Bandar Lampung yaitu sebanyak 86.903 orang," jelasnya.

Menurutnya, setiap tahun jumlah investor terus mengalami peningkatan.

"Tahun 2021 jumlah investor saham sebanyak 67.142 orang dan investor pasar modal keseluruhan sebanyak 171.067 orang," tandasnya.

Sementara, Pengamat Ekonomi Universitas Lampung (Unila), Asrian Hendi Caya menyampaikan, tingginya nilai transaksi pasar modal di provinsi Lampung di 2022 dibandingkan tahun sebelumnya karena orientasi  ekonomi masyarakat semakin meningkat.

"Selain itu ini juga menunjukkan bahwa wawasan bisnis masyarakat makin tinggi begitu juga kapasitas bisnisnya," katanya.

Hanya saja jelasnya, pasar modal ini masih sentral atau terpusat, sehingga dampaknya langsung relatif masih terbatas. Karena ini belum ada informasi berapa besar yang pasar sekunder.

"Semakin besar yang pasar sekunder artinya dampak langsung ekonomi semakin kecil, seperti pada lapangan kerja, pasar bahan baku cenderung semakin berkembang lebih besar yang sekunder, karena banyak yang ingin cari capital gain atau keuntungan dari transaksi karena perubahan harga saham," jelasnya.

Asrian mengaku, capital gain bisa dilakukan harian, beli pagi jual sore yang penting ada selesih lebih harga saham.

"Akan lebih baik jika investasi langsung dalam bentuk kegiatan ekonomi, karena langsung  menciptakan lapangan kerja dan pasar permintaan bahan baku," kata dia.

Adapun jumlah investor pasar modal seluruhnya (saham, obligasi, Reksadana) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yakni:

  1. Lampung Barat sebanyak 7.984 investor
  2. Lampung Selatan, ada 24.633 investor
  3. Lampung Tengah, 28.937 investor
  4. Lampung Timur, 18.236 investor
  5. Lampung Utara, 15.500 investor
  6. Mesuji, 2.545 investor
  7. Pesawaran, 10.140 investor
  8. Pesisir Barat, 740 investor
  9. Pringsewu, 9.896 investor
  10. Tanggamus, 12.478 investor
  11. Tulang Bawang, 7.981 investor
  12. Tulang Bawang Barat, 4.368 investor
  13. Waykanan, 7.019 investor
  14. Bandar Lampung, 86.903 investor
  15. Metro, 9243 investor. (*)

Video KUPAS TV : 25 Kamar Mess Milik Grand Mercure di Bandar Lampung Ludes Terbakar