• Kamis, 14 Mei 2026

Usai Perayaan Malam Tahun Baru, Pejalan Kaki Ramai Kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni Lamsel

Minggu, 01 Januari 2023 - 17.40 WIB
75

Situasi Pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni tampak lengang usai perayaan malam pergantian tahun. Minggu (1/1/2023). Foto: Handika/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Usai perayaan malam pergantian tahun baru, penumpang pejalan kaki hingga pesepeda motor mulai meningkat kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Suharto mengatakan, penumpang pejalan kaki mengalami peningkatan signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Tercatat penumpang pejalan kaki naik hingga 192,4 persen. Data pada periode sama tahun 2022 ada 432 orang, sementara di tahun 2023 menjadi 1.263 orang," kata Suharto saat dikonfirmasi, Minggu (1/1/2023).

Untuk penumpang yang mengendarai sepeda motor turut melonjak hingga 85 persen.

"Untuk kendaraan roda dua, data tahun 2022 tercatat 314 unit. Sedangan tahun 2023, ada 581 unit," tutur Suharto.

Untuk moda transportasi bus, turut naik sekitar 36,5 persen. Tahun lalu, 178 unit bus menyeberang dari Bakauheni menuju Merak sementara tahun ini di angka 243 unit.

Kondisi berbeda justru terjadi pada angkutan truk, yang malah turun hingga 21,3 persen. Tahun 2022, ada 1.648 unit truk menyeberang dibanding tahun ini yang hanya 1.297 unit.

"Pengoperasian kapal turun 24,2 persen dari tahun sebelumnya 33 Kapal, sementara tahun ini 25 kapal. Begitu juga dengan trip, tahun lalu 112 Trip dan tahun ini 67 trip atau turun 40,2 persen," tandas Suharto.

Kepala Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) sekaligus Kepala Pos Pam Bakauheni, AKP Ridho Rafika menyatakan, lalu lintas menuju pelabuhan baik itu melalui rute arteri maupun jalan tol masih relatif lancar.

"Situasi hijau, dengan kecepatan kendaraan 80 sampai 90 km/jam. Tidak terjadi kepadatan kendaraan, baik di jalan tol atau di jalan arteri yang akan masuk ke Kapal di Pelabuhan Bakauheni," kata Ridho.

Tekait status itu, maka tidak ada buka tutup jalur dan petugas tetap melakukan pengaturan parkir, percepatan bongkar muat kapal maupun naik turun penumpang untuk memastikan arus normal dan lancar.

Ridho menyebutkan, kondisi arus gelombang laut dilaporkan cuaca mendung dengan kecepatan angin 15 knot.

"Untuk jarak pandang 7 mil, arah mata angin barat daya dan arus gelombang normal dan stabil," ungkap Ridho.

Disoal apakah ada antrian kendaraan, Ridho menegaskan tidak ada antrian baik diluar maupun didalam dermaga pelabuhan. (*)

Editor :