• Senin, 06 Februari 2023

Uang Ratusan Juta di Bank Hilang, Kepsek di Lamtim Laporkan Dua Guru ke Polisi

Jumat, 16 Desember 2022 - 22.33 WIB
780

Kepala SD Negeri 4 Ratna Daya didampingi Kuasa Hukumnya, Dikki Kurnia Azis saat menceritakan perkara yang dialaminya ke awak media. Jumat, (16/12/2022). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Dua oknum guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Ratnadaya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur dilaporkan ke Polisi atas kasus dugaan pencurian uang senilai ratusan Juta milik Kepala Sekolahnya yang tersimpan di Bank.

Kepala SD Negeri 4 Ratna Daya, Sri Muslimah (59) mengungkapkan, ia terpaksa melaporkan dua oknum guru di sekolahnya lantaran diduga telah mencuri kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliknya serta menguras uang sebesar Rp137 Juta dari dalam tabungannya.

Laporan Sri Muslimah tertuang dalam Laporan Polisi nomor : STTLP/ B/ 614/ XI/ 2022/ SPKT/ Polres Lampung Timur/ Polda Lampung tertanggal 2 Desember 2022.

"Saya mengetahui uang itu hilang saat mengecek uang di Bank BRI. Kita sudah membuat laporan terkait dengan kasus ini ke Polres sudah, ke Polsek juga sudah. Harapan saya yang pertama, itu uang harus kembali dan yang kedua itu harus pencurinya itu ditahan sesuai dengan undang-undang, terus yang ketiga dipecat saja dua-duanya," kata Sri saat diwawancarai awak media didampingi kuasa hukumnya, Jum'at (16/12/2022).

Sri menceritakan kronologi kejadian hilangnya uang di Bank yang rencananya akan digunakan untuk berangkat ke tanah suci.

"Mulai pertama kali ketahuannya itu beberapa hari lalu, saya kan mau liburan sebentar lagi, nah rencana nanti mau daftar umroh. Terus langsung saya ke BRI, ternyata saat ke BRI itu kan ngeprint dulu rekening koran nya, lalu ditanya pihak bank, kalau saya udah pernah ngambil uang," ceritanya.

"Saya bantah itu, karena kalau saya ngambil pasti lewat BRI. Terus orang BRI nya bilang, ini di BRI Link Kedaton, Kecamatan Batanghari Nuban tempat ngambilnya. Padahal aku belum pernah ke BRI Link Kedaton," imbuhnya.

Sri mengungkapkan, secara rinci kronologi hilangnya uang dari tabungan di Bank. Setelah mengetahui uang tabungannya hilang, Kepsek tersebut mendatangi BRI Link Kedaton dengan pendampingan pegawai Bank BRI.

"Saat saya pulang, terus dijemput sama pegawai BRI lalu kita ke BRI Link Kedaton untuk mengetahui siapa yang mengambil uang itu. Setelah sampai dan bertanya-tanya ke petugasnya, ternyata uang yang diambil banyak. Ternyata, tadinya orang itu mintanya ngambil Rp 75 Juta, cuma Karena tidak bisa akhirnya hanya bisa menarik Rp 50 Juta," bebernya. 

Dari pegawai BRI Link Kedaton tersebut, Sri mengaku mendapatkan informasi yang mengambil uang tabungan umrohnya ialah dua oknum guru sekolahnya yang berstatus ASN dan Honorer.

"Setelah saya tunjukkan foto guru yang mengajar di sekolah saya, ternyata pegawai BRI Link itu membenarkan jika yang mengambil itu adalah orang yang difoto tersebut. Ternyata sudah 9 kali tapi pakai dua buku rekening, yang satu rekening BRI, terus yang satu rekening sertifikasi saya. Jadi dua-duanya itu diambil semua," terangnya.

Meskipun begitu, dua guru yang dicurigai Kepsek tersebut enggan mengakui perbuatannya yang diduga mencuri. Atas kejadian itu, Kepsek Sri Muslimah melaporkan keduanya ke Mapolres Lampung Timur.

"Kalau untuk pengakuan mereka berdua belum. Kenapa kok bisa ngambil ATM saya di mereka, tapi ada kemungkinan mereka mengambil di dompet yang di dalam tas saya secara diam-diam. Pelaku ini dua-duanya kerja di sini, Guru semua di sini, yang satu PNS yang satu honor," pungkas Sri.

Kuasa Hukum Sri Muslimah, Dikki Kurnia Azis mengatakan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan pendampingan hukum terhadap kliennya agar kasus tersebut segera terungkap.

"Harapan kami selaku kuasa hukum diproses sesuai aturan karena pihak kami sudah dirugikan. Karena yang pelakunya tersebut selaku tenaga pengajar ataupun guru jadi bisa menjadi pertimbangan ataupun contoh bagi masyarakat jangan ataupun melakukan hal-hal yang salah," kata Dikki. 

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur IPTU Johannes Erwin Parlindungan Sihombing mengaku telah menerima laporan Kepsek tersebut. Pihaknya telah melimpahkan perkara itu ke Mapolsek Raman Utara untuk ditindaklanjuti.

"Benar kasus itu, laporan sudah diterima tapi sudah kita limpahkan ke Polsek. Selanjutnya Polsek yang akan menangani," tutup Johannes.

Dari informasi yang dihimpun, kedua oknum guru perempuan yang dilaporkan tersebut masing-masing berinisial SY seorang guru berstatus ASN dan EN seorang guru berstatus honorer. Keduanya diketahui merupakan tenaga pengajar aktif di SD Negeri 4 Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. (*)