• Senin, 22 April 2024

Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Arisan, Pedagang Sayur di Way Kanan Ini Kabur

Rabu, 14 Desember 2022 - 18.15 WIB
894

Yasmin warga kampung Gistang, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan diduga melakukan penipuan berkedok arisan, dan kini kabur entah kemana. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Way Kanan - Seorang warga kampung Gistang, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan bernama Yasmin diduga telah melakukan penipuan berkedok arisan, akibatnya para korban mengalami kerugian yang tak sedikit jumlahnya, saat rumahnya hendak digeruduk warga, Yasmin diketahui telah menghilang alias kabur.

Seperti yang diutarakan Yono salah satu warga yang istri nya ikut menjadi korban arisan tersebut, Ia mengatakan, tidak hanya istrinya, tapi warga lain juga jadi korban penipuan berkedok arisan yang dilakukan Yasmin.

"Iya istri saya juga ikut korban juga, tapi saya gak bisa kasih banyak penjelasan, karena ini istri saya yang punya urusan, tapi rata rata korban warga sini semua, bahkan ada warga sini namanya pak Sulton itu yang kerugiannya paling banyak sampai 290 juta," ungkapnya saat memberikan keterangan kepada Kupastuntas.co. Rabu (14/12/2022).

Sementara itu Nova korban lainnya mengatakan, Ia mengalami kerugian puluhan juta.

"Jadi kita ini arisan hari Kamis sama Minggu ada 85 orang, Minggu kemarin saya dapat 17 juta arisan yang 200 ribu per minggu, kemarin saya baru dikasih uang 13 juta, yang 4 juta katanya malam Jumat, eh tau nya hari Kamis kemarin orangnya sudah kabur," ungkapnya.

Nova mengatakan, untuk korban yang lain jumlahnya banyak tapi ia tidak mengetahui pasti korban-korban itu tertipu arisan atau uang pinjaman.

"Untuk korban banyak, tapi saya gak tau itu korban arisan semua atau ada korban uang pinjam," ungkapnya.

Sementara itu kepala desa Gistang Cik Agus membenarkan kejadian yang menghebohkan di desanya. Ia mengatakan, penipuan arisan bodong tersebut diketahui pada hari Jumat (9/12/22) yang lalu pada saat ia mendatangi rumah Yasmin yang sudah diserbu warga lainnya.

"Jadi saya tau kejadian itu hari Jumat, saya datang kerumah Yasmin sudah banyak warga yang ada disana, warga mau dobrak rumah si Yasmin ini, tapi kita tahan dari aparatur kampung, takut terjadi anarkis, tapi si Yasmin ini sudah tidak ada lagi dirumah, rumah sudah kosong dan terkunci, infonya sudah kabur pada hari Kamis sorenya," ungkapnya.

Agus mengatakan, informasi yang didapat penipuan ini berjenis arisan uang, pinjaman, dan arisan sembako.

"Jadi ini arisan nya uang, ada yang 200, ada yang 500, per individu, begitu juga uang pinjaman dan uang sembako, dan pinjaman emas, dan untuk sementara total kerugian yang didapat setelah didata hampir 1,7 Miliar," ungkapnya.

Agus mengatakan, keseharian Yasmin warganya yang diduga menipu tersebut adalah sebagai pedagang sayur di pasar.

"Panggilannya ini bik Yamin ya kalau disini, jadi setiap hari nya Yamin ini berjualan sayur keliling dan dipasar, kalau suaminya petani berkebun," ungkapnya.

Agus mengatakan, sudah berkordinasi dengan pihak yang berwajib terkait dengan penipuan berkedok arisan ini.

"Jadi kita sudah kordinasi ke Polres, apabila sudah ada bukti, atau bukti transfer saja dari korban ke yang bersangkutan, ya diwajibkan untuk melapor," tutupnya. (*)