• Minggu, 29 Januari 2023

Karomani Terima Titipan 23 Mahasiswa Baru Unila

Kamis, 01 Desember 2022 - 08.06 WIB
249

Rektor Unila Nonaktif, Karomani saat memberikan keterangan di Ruang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Rabu (30/11/2022). Foto: Martogi/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rektor nonaktif Unila, Karomani, menerima 23 titipan mahasiswa baru sejak tahun 2020 hingga 2022. Titipan itu berasal dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI, Bupati Lamteng Musa Ahmad, dan Pj Bupati Mesuji Sulpakar.

Hal tersebut terungkap saat JPU KPK menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan perkara suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022 dengan terdakwa Andi Desfiandi, di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Rabu (30/11/2022).

Empat saksi tersebut adalah Rektor nonaktif Unila Karomani, Dekan Fakultas Teknik Unila Helmy Fitriawan, Dosen Unila Mualimin, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari.

Karomani tiba di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang memakai topi dan rompi tahanan KPK serta tangan diborgol dikawal empat petugas kepolisian bersenjata lengkap.

Dalam persidangan, JPU KPK menunjukkan barang bukti berupa catatan berisi 23 mahasiswa baru yang dititipkan kepada Karomani untuk diluluskan masuk Unila berdasarkan BAP yang ditandatanganinya.

Karomani pun mengakui sudah menerima 23 calon mahasiswa untuk masuk melalui jalur mandiri di Unila pada tahun 2022. Seluruh mahasiwa baru itu dibawa melalui dua orang kepercayaan Karomani, yakni Mualimin dan Budi Sutomo.

"Mereka datang selalu bilang itu keponakan, saudara saya," kata Karomani, di Ruang Bagir Manan Pengadilan Tipikor Tanjung Karang.

Dalam persidangan juga muncul nama-nama tokoh penting baik politikus hingga pejabat yang menitipkan para mahasiswa baru tersebut. "Di BAP anda ada nama Zaki Al Ghifari dalam kurung Zulkifli. Siapa Zulkifli yang anda maksud?" tanya JPU KPK kepada Karomani.

"Zulkifli Hasan, Pak Menteri," jawab Karomani.

JPU KPK kembali bertanya kepada Karomani bagaimana ia yakin itu titipan Zulkifli Hasan (Zulhas). "Bagaimana anda yakin Zaki Al Ghifari itu titipan Pak Zulkifli Hasan?" kata JPU KPK.

"Iya saksi Ary (Ary Meizari) bilang ini keponakan Pak Zulkifli tolong dibantu," jawab Karomani.

Lalu, JPU KPK kembali bertanya apakah Zulkifli Hasan memberikan titipan uang agar diluluskan.

Karomani mengatakan bahwa dirinya tak pernah bicara soal uang untuk masuk Unila. "Kalau kaitannya dengan infak ada," ucap Karomani.

Saat Hakim Ketua, Aria Verronica, memutuskan menghentikan persidangan untuk istirahat, Karomani langsung menghampiri dan memeluk putranya yang hadir di persidangan sembari menyerahkan buku tabungan.

Saat persidangan dilanjutkan, Karomani mengatakan praktik titip menitip calon mahasiswa untuk masuk ke Unila sudah berlangsung sejak ia menjabat Rektor Unila periode 2019-2023.

Selain jalur mandiri, Karomani mengaku menerima titipan mahasiswa baru melalui seleksi non mandiri. "Ada gak kaitan penerimaan itu (mahasiswa baru) dengan penerima uang, termasuk dengan infak?” tanya JPU KPK ke Karomani.

Kemudian, JPU KPK kembali bertanya kepada Karomani sejak kapan mulai melaksanakan praktik menerima titipan mahasiswa baru. "Penerimaan sejak 2020 sampai tahun 2022," kata Karomani.

Karomani mengatakan, keponakan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yakni Zaki Al Ghifari tetap diluluskan masuk Unila meski tak lolos passing grade.

Karomani mengungkapkan, keponakan Zulkifli Hasan dititipkan melalui Ketua Apindo Lampung Ary Meizari bersama dengan titipan terdakwa Andi Desfiandi yakni Zalfa Aditia.

"Zaki itu titipan Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan dan Zalfa keponakannya Andi Desfiandi," ucap Karomani.

Ia mengaku mengetahui Zaki Al Ghifari titipan Zulkifli Hasan setelah Ary Meizari memperlihatkan bukti screenshot pesan dari Zulkifli Hasan.

"Saya diberitahu Ary ini keponakan Pak Zulkifli tolong dibantu. Saya bilang asal sesuai SPI dan nilai passing gradenya minimal 500 bisa dibantu," ujar Karomani.

Karomani menyebut kedua mahasiswa titipan tersebut memberikan infak setelah dinyatakan lulus masuk Unila. Namun, ia tak tahu soal uang yang diterimanya karena itu melalui orang kepercayaannya yaitu Mualimin.

Kemudian, JPU KPK memperlihatkan nilai Zalfa keponakan Andi Desfiandi yang lulus di atas passing grade minimal 500 yaitu 526. Sedangkan Zaki Al Ghifari hanya 480, namun tetap diloloskan.

JPU KPK kemudian bertanya kepada Karomani alasan keponakan Zulkifli Hasan tak lulus passing grade namun tetap diloloskan.

"Ini di bawah passing grade 500, kenapa diloloskan? Apa karena saksi tahu dia keponakan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan?" tanya JPU KPK.

"Saya baru tahu nilai Zaki Al Ghifari di bawah 500 setelah penyidikan karena saya tidak cek satu-satu. Kalau saya tahu dari awal pasti saya batalkan," jawab Karomani.

Karomani mengatakan, Zaki AlGhifari juga pernah mendaftar dan dititipkan melalui jalur SBMPTN. Namun, karena passing grade kurang dari 500 sehingga tidak diloloskan. Kemudian, Zaki mendaftar kembali melalui jalur mandiri untuk masuk Unila.

Karomani sempat mengaku tidak ingat nama-nama 23 mahasiswa baru yang dititipkan kepada dirinya sampai masuk ke Fakultas Kedokteran Unila. Para mahasiswa itu diterimanya melalui dua orang kepercayaannya yaitu Mualimin dan Budi Sutomo.

“Apakah masih ingat nama calon-calon mahasiswa baru yang dititipkan ke saudara (Karomani) lewat Mualimin dan Budi Sutomo,” tanya JPU KPK. Karomani langsung menjawab tidak ingat.

Lalu, JPU KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Karomani dalam poin ke-11 dan menampilkan daftar nama tersebut dalam bentuk slide PPT di persidangan.

Dalam daftar itu terlihat jelas nama lengkap mahasiswa titipan berikut nomor tes masing-masing serta para pihak yang menitipkan mahasiswa tersebut.

Para penitip mahasiswa itu mulai dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, Anggota DPR RI Utut Adianto, Tamuri, hingga Muhammad Khadafi dan Pj Bupati Mesuji sekaligus Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar.

JPU KPK kembali menanyakan mahar kelulusan para mahasiswa titipan itu yang disebut sebagai uang infak.

"Tidak semuanya memberi infak, ada yang tidak. Saya luruskan, sebenarnya ketika ada penerimaan mahasiswa baru, saya tidak pernah memberikan intruksi untuk menerima titipan," ucap Karomani.

"Yang memberikan infak, informasi dari Budi Sutomo anak buah Pak Tamanuri, Polda Joko juga memberikan infak, Thomas tidak memberikan infak," lanjut Karomani.

Karomani mengatakan, tidak ada perjanjian di awal untuk memberikan infak agar mahasiswa diloloskan. Uang yang diberikan adalah infak setelah pengumuman kelolosan dan tidak ada batas minimal.

"Kadis itu (Sulpakar) juga memberi. Bupati Lamteng tidak memberikan infak. Khadafi gak ada ngasih. Dari Asep ada infak. Alzier, Sulaiman dan dr Zam tidak infak," ucap Karomani.

Adapun nama-nama 23 mahasiswa baru titipan sesuai BAP Karomani yang ditunjukan JPU KPK, diantaranya NZDA, AQ, NP, KDA, SNA, NA, RAR, FMH,  ZA, ZAP, dan RRAP.  Selanjutnya, ARPR, FSW, Ma, ACP, NA, NT, RBS, AF, MS, M, BS, dan MZ.

JPU KPK juga membeberkan harta Karomani yang disita yakni uang, deposito, emas. Lalu, JPU KPK bertanya perihal uang Rp2,5 miliar.

Karomani menyebut bila dirinya menitipkan uang Rp2,5 miliar kepada ponakannya.

"Yang saya ingat pertama uang Rp2,5 miliar di saudara Fauzi (keponakan Karomani) saya titipkan," kata Karomani. 

Ia menitipkan uang kepada keponakannya karena di rumahnya sudah penuh uang. Sehingga ia khawatir uang itu tercampur. 

"Saya titipkan saya khawatir di rumah itu ada uang lain. Karena uang yang di rumah saya tahun 2022 (penerimaan mahasiswa baru)," jelas Karomani.

Karomani mengungkapkan, uang yang dititipkan kepada keponakannya itu akumulasi dari titipan infak 2020 dan 2021. Dari uang tersebut, Rp1,5 miliar ia belikan emas. 

JPU KPK kemudian bertanya terkait harta Karomani berbentuk deposito Rp800 juta di Bank Bukopin dan Bank Lampung Rp1 miliar, serta di BTN Rp1 miliar. Lalu di Bank Mandiri Rp100 juta dan BNI Rp100 juta.

Namun, Karomani membantah bila uang-uang itu terkait infak penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. "Itu semua tidak ada kaitan dengan infak. Seperti di BTN Rp1 miliar merupakan murni duit tabungan pribadi saya. Itu gaji, ada honor tidak melalui transfer. Uang di BTN tidak ada kaitannya. Itu murni uang saya," tandasnya. 

Dekan Fakultas Teknik Unila, Helmy Fitriawan, dalam keterangannya mengatakan Karomani memang menerapkan passing grade 500 ke atas saat SBMPTN, tapi tidak pernah menerapkan saat jalur mandiri.

Helmy juga mengaku menerima uang cash sebesar Rp330 juta dari Ketua Senat Unila M. Basri yang kemudian disimpan di loteng rumah selama 40 hari.

Helmy mengatakan, uang tersebut diberikan langsung oleh M. Basri di ruang kerjanya pada Juli 2022. M. Basri menyodorkan uang tersebut di atas meja kerjanya yang disebut sebagai ‘uang perjuangan’.

"Kemudian uang itu saya bawa ke rumah. Takut, karena ruang kerja saya terbuka, siapa saja bisa masuk," ujar Helmy. Lalu, JPU KPK bertanya ke Helmy apakah mengetahui uang tersebut uang apa dan berapa jumlahnya?

Helmy mengaku tak mengetahui uang itu soal apa dan darimana. Ia baru tahu jumlah uangnya Rp330 juta setelah ditemukan oleh KPK dan dihitung bersama.

“Uang itu saya simpan di loteng rumah. Sejak diterima kurang lebih 40 hari, saya tak pernah menyentuh uang tersebut. Pak Basri hanya menyebut uang tersebut untuk perjuangan. Kemungkinan ada kaitan peran saya dengan PMB. Saya mau menolak juga tidak bisa karena beliau sudah pergi dari ruangan saya," ujar Helmy. Helmy mengaku baru sekali menerima uang terkait SMPTN.

Ketua Apindo Lampung, Ary Meizari dalam persidangan mengatakan bahwa Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dua kali minta tolong untuk meloloskan kerabatnya.

"Saya diminta tolong dua kali oleh Bang Zulhas," ucap Ary. Mahasiswa titipan yang dimaksud yaitu Zaki Algifari.

"Pertama dimintai tolong saat UTBK, sedangkan yang kedua dimintai tolong saat ujian mandiri," jelasnya. Baru saat ujian seleksi mandiri, Zaki Algifari dinyatakan lolos. "Pertama tidak ada infak, setelah yang kedua baru ngasih infak," ucap Ary.

Lalu, JPU KPK menunjukkan bukti percakapan Ary Meizari dengan Zulkifli Hasan.

"Menurut Rektor Unila, ponakan abang nanti dibantu melalui jalur mandiri saja, karena jalur mandiri kewenangan penuh Unila, sedangkan SNMPTN melalui pusat dan sistem yang dikelola oleh pusat. Inshaallah akan dibantu di jalur mandiri nanti," demikian bunyi isi percakapan Ary dengan Zulkifli Hasan tersebut.

"Ok," jawab Zulhas saat itu. "Selamat dan sukses ya bang atas pelantikannya nanti siang di Istana, semoga barokah, amin," tulis Ary. "Amin tks saudaraku," jawab Zulhas lagi. (*)


Artikel ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Kamis, 1 Desember 2022 dengan judul "Karomani Terima Titipan 23 Mahasiswa Baru Unila"


Video KUPAS TV : Jadi Tempat Pesta Sabu, Rumdis Guru di Tanggamus Dirobohkan