Ditanya Perihal Namanya Disebut Karomani, Begini Jawaban Zulhas
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan ketika ditemui di acara menanam pohon di kawasan Bakauheni Harbour City, Lamsel. Kamis (1/12/2022). Foto: Handika/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Nama Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan ikut terseret dalam pusaran perkara suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022.
Sebelumnya, hal itu diungkapkan oleh Rektor nonaktif Unila, Karomani pada sidang lanjutan dengan terdakwa Andi Desfiandi, di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Rabu kemarin (30/11/2022).
Karomani mengatakan, menerima 23 titipan mahasiswa baru sejak tahun 2020 hingga 2022.
Titipan itu, berasal dari berbagai kalangan pejabat. Mulai dari, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI, Bupati Lamteng Musa Ahmad, dan Pj Bupati Mesuji Sulpakar.
Ditemui usai acara penanaman pohon di kawasan proyek Bakauheni Harbour City (BHC), Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (1/12). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, mencoba berkelit ketika ditanya oleh media soal namanya disebut-sebut oleh Karomani dalam sidang lanjutan perkara suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022.
"Jawaban saya kamu kutip aja, dari detik dari tribun ya. Kan sudah ada jawabannya, kutip aja," singkat Zulkifli Hasan sembari berlalu pergi meninggalkan lokasi acara.
Sementara itu, dilansir dari media Detik.com Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan membantah telah menitipkan ponakannya untuk masuk ke Universitas Lampung. Dirinya juga mengaku tidak mengenal Rektor Unila Nonaktif Karomani.
"Saya tidak punya ponakan daftar ke Unila, saya juga tidak kenal Prof Karomani, apalagi ngasi uang," pungkasnya, Rabu (30/11/22) kemarin. (*)
Berita Lainnya
-
Polda Lampung Sita 179,5 Kg Sabu dari 24 Tersangka Jaringan Lintas Pulau
Kamis, 18 Juni 2026 -
Kecelakaan Maut Libatkan Tiga Truk Boks di Jalinsum, Dua Orang Tewas
Rabu, 17 Juni 2026 -
Vega Lampung Club Rayakan HUT ke-22, Jaga Silaturahmi Anggota
Selasa, 16 Juni 2026 -
Penyelundupan 807 Burung Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
Senin, 15 Juni 2026








