• Minggu, 29 Januari 2023

Puluhan Lampu PJU di Kota Metro Mati, Dikhawatirkan Jadi Pemicu Timbulnya Kriminalitas

Senin, 28 November 2022 - 17.10 WIB
104

Kondisi ruas Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat yang gelap akibat lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Puluhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di dua ruas jalan Kota Metro kondisinya mati. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi pemicu timbulnya kriminalitas khusunya tindak pidana kejahatan jalanan berupa Pencurian Dengan Kekerasan (Curas).

Dari pantauan Kupastuntas.co, puluhan PJU yang mati tersebut tersebar di ruas jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat. Kemudian di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ganjar Asri dan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat.

Berdasarkan keterangan warga, puluhan lampu PJU tersebut telah mati sejak tiga pekan terakhir. Warga juga mengaku belum melihat aktivitas petugas yang melakukan perbaikan PJU tersebut.

"Sudah lama itu matinya, tiga mingguan inilah. Tidak tau kenapa, tiba-tiba mati gitu saja. Malah kalau yang ke arah Kota itu ada yang hidupnya cuma siang, tapi malamnya mati," ucap Reza, warga Kelurahan Ganjar Agung, kepada Kupastuntas.co, Senin (28/11/2022).

Pria yang akrab disapa Bendol itu juga mengutarakan keluhannya akibat lampu PJU yang tak kunjung diperbaiki. Tak hanya itu, ia juga menghawatirkan jika terjadi kejahatan jalanan yang diakibatkan oleh gelapnya lalulintas malam hari.

"Kalau keluhannya cuma ini saja, karena gelap kan jadi khawatir rawan kejahatan, rawan begal, jambret terus tawuran dan lainnya. Coba kalau terang kan jadi kota ini lebih hidup lah, orang tidak takut keluar karena jalannya terang," ujarnya.

Tak hanya itu, keluhan serupa juga diungkapkan Herman. Warga Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat itu mengeluhkan kondisi lampu yang mati karena dikhawatirkan dapat memicu Kecelakaan lalulintas.

"Ya disini kan banyak lobang, kalau lampu mati, jalanan ini gelap kan orang bawa motor tiba-tiba oleng dan jatuh karena masuk lobang. Kalau yang kecelakaan sudah ada walaupun tidak banyak, ya tapi harapannya segera lah dibenerin, biar jalan ini terang lagi. Apalagi ini kan di pusat Kota loh," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Dinas Perhubungan, Andi Kardinal mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan sebanyak 25 titik PJU baru serta melakukan perbaikan terhadap PJU yang mati.

"Penambahan itu merupakan upaya Pemkot dalam menanggapi beberapa permintaan masyarakat. Lantaran, masih terdapat jalan utama di Kota Metro yang belum memiliki PJU. Jadi itu kita usulkan untuk ditambah lagi lampu jalannya, dan kini masih menunggu hasilnya," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Andi menjelaskan bahwa jumlah PJU di Kota Metro terdapat sebanyak 4.260 titik. Pihaknya mengaku telah mengusulkan penambahan sebanyak 25 titik PJU di Bumi Sai Wawai.

"Menurut data terakhir jumlah total PJU yang ada di Metro sebanyak 4.260 titik. Jadi, kalau nantinya ada penambahan 25 titik itu, diterima total lampu jalan kita sejumlah 4.285 titik," ujarnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus berupaya memaksimalkan hadirnya penerangan di seluruh ruas jalan yang ada di Metro.

"Dishub bersama tim PJU mengupayakan untuk penerangan yang ada di Kota Metro dapat terus beroperasi dengan baik, terutama dititik-titik rawan kejahatan," bebernya.

"Oleh karenanya, tim selalu siap apabila mendapatkan laporan kerusakan terhadap lampu jalan yang ada. Misalkan dalam sehari laporan masuk ada 10 lampu yang rusak, maka hari itu juga diupayakan untuk langsung dibenarkan. Terkadang, kalau yang putus di jalur utama, itu bisa sangat panjang bisa sampai 40 lampu yang mati," imbuhnya.

Andi Kardinal menjelaskan, penyebab kerusakan PJU beragam. Yang paling banyak dijumpai, rusaknya PJU diakibatkan oleh kondisi alam.

"Tidak sedikit juga kerusakan disebabkan oleh kondisi alam, seperti hujan, petir, maupun cuaca ekstrim lainnya. Namun kerusakan didominasi oleh hujan. Ada yang namanya kontaktor, itu digerakan oleh timer. Jadi kalau hujan kan itu semut pada naik, jika semut itu menyentuh timer, maka itu yang membuat sore tidak bergerak dan mati pada jam 6 pagi," jelasnya.

Selain itu, kendala lain kerusakan juga dapat disebabkan oleh campur tangan manusia. Meskipun dengan berbagai macam kendala di lapangan, namun pihaknya akan tetap berupaya semaksimal mungkin agar penerangan hadir di setiap sudut kota Metro.

"Kendala juga bisa hadir karena ada yang membakar sampah terlalu dekat dengan kabel lampu. Karena tembaga di dalam kabel itu berdampingan, jika itu terlalu panas dan menempel maka otomatis akan konslet. Untuk di daerah ujung Kota Metro masih ada yang gelap, kita akan segera menindaklanjuti," tandasnya. (*)