• Minggu, 29 Januari 2023

Atasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Kelompok Jambul di Lambar Akan Dipasang GPS Collar

Senin, 28 November 2022 - 11.10 WIB
58

Kawanan gajah liar yang belum lama ini kembali masuk ke wilayah perkebunan milik warga di Kecamatan Suoh, Senin (28/11/2022). Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Untuk memaksimalkan pemantauan terhadap kawanan gajah liar yang sering memasuki pemukiman warga, satuan tugas (Satgas) konflik penanganan gajah di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) dalam waktu dekat akan melakukan pemasangan GPS Collar ke kelompok jambul.

Sebelumnya, satgas konflik penanganan gajah telah memasang GPS Collar ke kelompok bunga, namun pemasangan tersebut di rasa kurang sebab kawanan gajah tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok bunga dan jambul. Kelompok jambul tercatat sebagai kawanan paling galak dan sering mengejar petugas.

"Jadi sudah kita usulkan GPS Collar untuk kelompok jambul ini, agar lebih memudahkan pemantauan. Karena, mereka sering misah dari kelompok bunga dan bisa dibilang paling galak di banding kelompok bunga karena mereka susah kebaca pergerakannya jadi di khawatirkan bisa membahayakan petugas kalau tidak dilakukan pemantauan," kata Sugeng, Satgas Konflik Gajah, Senin (28/11/2022).

Sugeng menyampaikan, usulan tersebut sudah di setujui dan kini masih dalam perjalanan menuju lokasi konflik gajah. Setelah tiba GPS Collar tersebut akan langsung dipasangkan ke kelompok jambul dengan memperhatikan situasi dan kondisi saat ini. 

"Kemarin kita sudah kontak ke pihak TNBBS dan mereka mengatakan saat ini GPS sudah di perjalanan, diperkirakan secepatnya alat itu akan segera sampai, karenakan langsung dari pusat butuh waktu beberapa hari untuk sampai ke tempat kita, jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita jadwalkan pemasangan GPS Collarnya," ujarnya.

Sugeng mengaku, kelompok bunga dan kelompok jambul memiliki karakter yang sedikit berbeda. Menurutnya, kelompok jambul selama ini lebih merepotkan petugas di banding kelompok bunga meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit tetapi sulit melacak keberadaan kawanan gajah yang berjumlah tiga ekor itu.

"Kawanan gajah ini kan jumlahnya 18 ekor, 15 ekor kelompok bunga dan 3 ekor kelompok jambul. Tetapi yang paling merepotkan kita adalah, kelompok jambul ini. Mereka sering misah dari kelompok bunga, jadi kita sulit melacak keberadaan mereka, tau-tau mereka muncul di dekat kita dan kalau ngejer bisa sampai jarak 100 meter karena naluri mereka masih sangat kuat," tuturnya.

Oleh sebab itu, perlunya pemasangan GPS Collar untuk kelompok jambul untuk memudahkan petugas melacak keberadaan mereka. Sehingga aktifitas mereka bisa terlacak, terlebih ketika mendekati pemukiman warga. 

Bahkan terbaru, kawanan gajah tersebut kembali merusak tiga rumah di Pekon (Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, dan pihak satgas terus berupaya melakukan penggiringan agar kawanan gajah tersebut menjauh dari pemukiman dan kembali masuk ke kawasan TNBBS. (*)


Video KUPAS TV : Mantan Wakil Ketua DPRD Lamteng Terlibat Pengerusakan dan Pembakaran PT GAJ