• Minggu, 29 Januari 2023

Sudin Ajak Ratusan Petani di Lamsel Sebarkan Ilmu Pekarangan Pangan Lestari

Sabtu, 26 November 2022 - 17.44 WIB
83

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin saat memberikan sambutan dalam Bimtek peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha di Aula Rimau Kantor Bappeda Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (26/11/2022). Foto: Handika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengajak petani agar menyebarkan ilmu tentang pekarangan pangan lestari kepada masyarakat luas, hal itu dikatakannya didepan ratusan peserta bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha di Aula Rimau Kantor Bappeda Kabupaten Lampung Selatan dengan materi pekarangan pangan lestari (P2L). Sabtu (26/11/2022).

Acara itu terselenggara berkat kerjasama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Holtikultura.  

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dalam sambutannya mengatakan, bimtek dengan materi pekarangan pangan lestari (P2L) ini diharap bisa diserap dengan baik oleh 400 peserta sehingga merasakan manfaatnya.

“Semoga setelah mengikuti bimtek ini, para peserta dapat merasakan manfaatnya," ujarnya.

Sudin menghimbau, materi yang telah diterima dapat ditularkan kepada masyarakat luas.

"Nantinya, peserta dapat menjadi kader dan perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam membagi ilmu kepada masyarakat luas,” tandasnya sembari membuka pelaksanaan bimtek.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan RI, Tommy Nugraha menyampaikan, bimtek dipilih Kementan untuk mensosialisasikan kebijakan sekaligus peningkatkan kualitas petani dan pelaku usaha pertanian.

"Pekarangan pangan lestari atau P2L, bertujuan meningkatkan ketersediaan aksesibilitas pemanfaatan pangan rumah tangga. Meningkatkan pendapatan tumah tangga dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan marginal dan pekarangan," jelasnya.

Harapannya, pengelolaan lahan pekarangan secara optimal bisa mewujudkan kemandirian pangan, penanganan pascapanen serta pengolahan produk sayuran.

"Sehingga, memiliki nilai tambah dan daya saing serta memahami bagaimana penanganan OPT utama yang ramah lingkungan,” lanjutnya.

Di tahun 2022, Kementan melalui Ditjen Hortikultura memberikan bantuan senilai Rp2.168.750.000 untuk Kabupaten Lampung Selatan.

Bantuan itu, untuk mengelola kawasan bawang merah, jahe, kelengkeng, cabai serta alpukat. Dan, disalurkan kepada kelompok tani atau gapoktan yang diusulkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan.

"Mudah-mudahan, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi petani dan dapat mencapai peningkatan nilai tambah bagi masyarakat di Kabupaten lampung Selatan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan H Nanang Ermanto mengatakan, materi bimtek bisa dijadikan pengetahuan untuk mewujudkan kemandirian di bidang ketahanan pangan.

Karena, hal ini dapat disinkronkan dengan penuntasan stunting melalui program 3K (kandang, kolam, kebun) di pekarangan rumah dalam mengatasi permasalahan stunting di Lampung Selatan.

“Alhamdulillah, saat ini angka stunting di Kabupaten Lampung Selatan semakin menurun," kata Bupati.

Bahkan, segala upaya Pemkab dengan mengedepankan nilai gotong-royong mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

"Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, 2 kali berturut-turut berhasil meraih penghargaan terbaik se-provinsi Lampung. Serta, penghargaan dari Bappenas dimana Lampung Selatan terbaik se-Indonesia dalam penuntasan stunting,” tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : Mantan Wakil Ketua DPRD Lamteng Terlibat Pengerusakan dan Pembakaran PT GAJ