• Minggu, 29 Januari 2023

Kisah Juwariyah, Dapat Umrah Gratis Setelah 17 Tahun Jadi Guru Honorer

Sabtu, 26 November 2022 - 14.11 WIB
178

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat memberikan hadiah Umrah kepada Juwariyah (45) di Gor Ajisaka Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas, Sabtu (26/11/2022). Foto: Istimewa

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Rasa haru campur bahagia menyelimuti perasaan Siti Juwariah (45) seorang tenaga guru honorer yang sudah mengabdikan dirinya selama 17 tahun untuk mendidik siswa sekolah dasar yang ada di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Pasalnya, bertepatan pada hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-77 tahun dirinya mendapatkan kado spesial dari Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, yaitu berangkat umrah gratis. Rasa haru pun terpancar dari raut wajah ibu dua orang anak itu ketika namanya di panggil oleh Parosil.

Dirinya tidak menyangka dedikasinya selama belasan tahun mendidik dan mengajari siswa-siswi di salah satu Kecamatan yang jauh dari ibu kota Liwa tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa.

"Jujur saya enggak menyangka pak bupati bisa memberikan saya hadiah umrah gratis, karena memang cita-cita saya dari dulu ingin sekali pergi umrah dan hari ini apa yang saya harapkan bisa terwujud oleh pak bupati saya senang sekali dan banyak mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya pak bupati," ujarnya

Siti Juwariah menceritakan, dirinya sudah beberapa kali mencoba untuk mendapat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) namun keberuntungan belum berpihak kepada dirinya meskipun segala upaya telah dilakukan.

Juwariah pun selama menjadi tenaga honorer mengaku tidak terbebani, sebab dirinya menjadi guru merupakan keinginannya dari dulu dan selalu menjalaninya dengan ikhlas. Sebab menurutnya menjadi seorang guru bukan hanya tentang mengajar dan mendidik tetapi tentang keikhlasan.

"Meskipun sudah 17 tahun menjadi guru honorer saya tetap senang dan ikhlas dengan pekerjaan saya, karena seorang guru merupakan orang tua kedua bagi murid di sekolah dan saya sudah menganggap murid-murid saya sebagai anak saya sendiri yang harus saya didik dengan benar dan ikhlas," ujarnya

Juwariah pun menyampaikan harapannya agar kedepan dirinya bisa menggapai keinginan nya untuk menjadi seorang PNS ataupun PPPK, sebab ia meyakini bahwa selama dirinya masih mampu untuk berjuang dirinya akan sampai pada tujuan yang selama ini selalu diharapkan.

Sementara Parosil Mabsus menyampaikan rasa bangganya kepada Juwariah, sebab Parosil tahu persis bagaimana perjuangan seorang guru honorer dalam mengajar dan mendidik siswa-siswi di sekolah yang membutuhkan kesabaran yang cukup besar.

Latarbelakang Parosil yang juga mantan guru honorer membuat dirinya merasa terharu atas perjuangan Juwariah selama ini, 17 tahun bukan lah waktu yang singkat namun Juwariah tetap ikhlas dan sabar menjalankan pekerjaan mulianya sebagai seorang guru honorer.

"Saya bangga saya terharu melihat perjuangan ibu Juwariah, karena saya pernah merasakan menjadi seorang guru pekerjaan guru itu sangat mulia karena jika tidak ada guru seperti ibu Juwariah ini dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Barat tidak akan bisa maju," tegas Parosil

Parosil pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Juwariah yang telah mendedikasikan hidupnya selama ini untuk mengabdi memajukan dunia pendidikan di Bumi Sekala Bekhak, ia pun memberikan semangat kepada ibu dua anak itu agar tetap semangat dan pantang menyerah dalam mencapai apa yang di inginkan.

"Karena saya yakin usaha dan kerja keras ibu Juwariyah selama ini tidak akan sia-sia, akan ada hasil yang setimpal dengan perjuangan yang telah di lalui selama ini, tetap semangat untuk ibu Juwariyah dan untuk seluruh guru di Lampung Barat," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : Abaikan SE Gubernur, Truk Batubara Masih Melintas di Jalan Lintas Way Kanan