• Minggu, 29 Januari 2023

Jelang Akhir Masa Jabatan, Parosil Dapat Lukisan Berbahan Serbuk Kopi dari PGRI Lambar

Sabtu, 26 November 2022 - 13.06 WIB
173

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menerima cinderamata yang diberikan berupa lukisan dari serbuk kopi. Foto: Istimewa

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Menjelang akhir masa jabatan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mendapatkan cindera mata dari Ketua PGRI Lampung Barat, Bulki Basri, sebagai bentuk apresiasi terhadap realisasi salah satu komitmennya di bidang pendidikan yaitu 'semua bisa melanjutkan sekolah'.

Penyerahan cinderamata tersebut dilakukan usai upacara peringatan HUT Ke-77 PGRI dan Hari guru nasional yang bertajuk 'Guru bangkit Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat Indonesia Maju' di gedung olahraga (Gor) Ajisaka, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu (26/11/2022).

Cinderamata yang diberikan berupa lukisan sosok orang nomor satu di Bumi Beguai Jejama Sai Betik yang tengah memasangkan seragam sekolah kepada siswa. Dimana hal tersebut melambangkan realisasinya program pembagian seragam gratis yang menjadi salah satu program unggulan Parosil dan wakilnya Mad Hasnurin.

Namun lukisan tersebut bukan di ukir menggunakan tinta layaknya seperti lukisan pada umumnya, tetapi menggunakan serbuk kopi yang menjadi komoditi unggulan Bumi Sekala Bekhak.

Hal tersebut untuk menandakan ciri khas Kabupaten Lampung Barat sebagai sentra kopi terbaik di Lampung bahkan Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Lampung Barat Bulki Basri mengapresiasi program seragam gratis yang digulirkan oleh Parosil dan Mad Hasnurin, sebab hal tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan di Lampung Barat.

"Karena kita tentu melihat banyak sekali masyarakat yang merasakan manfaat dari program seragam gratis ini, semua bisa sekolah sehingga dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Barat semakin maju dan berkualitas, oleh karena itu kami sangat mengapresiasi atas seluruh program yang telah di realisasikan," ujar Bulki Basri.


Sementara Parosil mengungkapkan, seorang guru merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Tenaga pendidik sangat mudah menuju surga, sebab tanpa adanya guru tidak akan ada orang yang hebat dan cerdas.

"Termasuk saya sendiri bapak ibu, tanpa adanya guru SD, SMP, SMA dan Dosen perguruan tinggi saya tidak akan menjadi bupati seperti saat ini," kata Parosil.

Putra asli daerah Lampung Barat tersebut berpesan kepada seluruh dewan guru supaya dalam peringatan HUT ke-77 dan Hari Guru Nasional ini menjadi sarana untuk introspeksi diri, bagaimana caranya menjadi pelita bagi Lampung Barat menuju Lambar Hebat.

Karena, mengingat saat ini zaman sudah serba digitalisasi, diharapkan guru dapat menjadi tauladan, panutan, dan contoh. Harapannya kepada guru, titip apa pun program yang telah digulirkan khusus bidang pendidikan harus dijaga, rawat dan pelihara, guru harus menjadi pelekat dan pemersatu anak bangsa.

Mengingat saat ini zaman digitalisasi kecepatan teknologi yang luar biasa  Guru menjadi tauladan, contoh, membentuk kepemimpinan kedepan dan pemersatu anak bangsa.

Oleh karena itu dirinya menitipkan pendidikan di Lampung Barat kepada seluruh dewan guru, dengan harapan dapat membanggakan Lampung Barat, siswa-siswi baik di SD, SMP maupun SMA supaya dapat berkompetisi di perguruan- perguran tinggi, terakhir, dirinya berpamitan kepada seluruh dewan guru.

"Masa jabatan saya bersama bapak mad Hasnurin sebentar lagi akan segera purna, maka dari itu saya meminta apapun yang telah dibangun melalui pitu program yang telah digulirkan bersama pak Mad Hasnurin agar di jaga, pelihara dengan baik agar dapat di pergunakan dalam jangka panjang," pungkas Parosil. (*)


Video KUPAS TV : Pelayanan Desa se-Lamtim Terancam Lumpuh