• Selasa, 29 November 2022

Ribuan Orang Padati Peresmian Lamban Pancasila, Karjono: Keberagaman yang Menyatu

Kamis, 24 November 2022 - 11.52 WIB
641

Acara peresmian Lamban Pancasila Lampung Barat, Kamis (24/11/2022). Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Ribuan pelajar dan masyarakat dari berbagai penjuru di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tumpah ruah di ruas Jalan Raden Intan, Kelurahan Way Mengaku menuju lingkungan Pemkab untuk turut meramaikan peresmian Lamban Pancasila, Kamis (24/11/2022) pagi.

Salah satu icon khas Bumi Beguai Jejama Sai Betik itu diresmikan langsung oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K) dan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Drs. Karjono, SH. M.Hum.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan, Kabupaten Lampung Barat merupakan daerah yang sangat kental akan budaya dan adat istiadat, beragam budaya dari masing-masing daerah ada di Lampung Barat hal tersebutlah yang harus dipertahankan.

Karena menurutnya dengan membentuk sebuah pengaruh positif dari kemajemukan di masyarakat dengan keanekaragaman budaya, masyarakat tetap dapat hidup berdampingan dan memiliki hubungan yang selaras dan harmonis sehingga terwujudnya suatu rasa persatuan.

Menurut Pakcik sapaan akrab Parosil, hal tersebut tercermin dengan hadirnya perwakilan dari beragam suku dan etnis yang ada di Kabupaten setempat, diantaranya paguyuban sosial marga tonghoa indonesia (PSMTI), Pemuda Batak Bersatu (PBB), Persatuan Betunggalan Semende Bersatu, Paguyuban Pasundan, Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB), pqguyuban sosial jawa (Pasoja), dan adat bali darma kerti.

"Berdasarkan hal tersebut pemerintah Kabupaten Lampung Barat memandang perlunya tempat perlindungan pengembangan dan pemanfaatan dari beragam budaya yang ada oleh karena itu pembangunan lamban Pancasila bertujuan menjdi sebuah sarana pembinaan perlombaan dan tempat pertinjukan adat budaya," terang Parosil.

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Drs. Karjono, SH. M.Hum menyampaikan, berdirinya Lamban Pancasila memiliki arti sebagai keberagaman yang menyatu. Karena menjadi gerakan dari kampung pancasila, desa pancasila yang pada dasarnya menjunjung tinggi kearifan lokal untuk di bawa go ekonomi, internasional ataupun go globalisasi.

"Artinya apa kekuatan kearifan lokal yang ada di Lampung Barat ini misalnya terkait hasil komoditi kopinya, ikan di danau ranau nya inilah yang membuat nanti Lampung Barat menjadi sejahtera lebih memberikan kenyamanan ujung nya apa keadilan seperti yang dituangkan pada sila kelima Pancasila, intinya pancasila ditegakkan, pancasila in action, pancasila perbuatan ini lah rumah nya Lamban Pancasila," ucapnya.


Sementara Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K) meneruskan apa yang disampaikan Karjono yaitu pancasila in action dirinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai kepala BKKBN untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas yang di dalam nya harus ada karakter pancasila.

"Sehingga implementasi pancasila in action dalam keluarga menjadi sangat penting sekali bagi saya, saya berharap pancasila hadir ditengah-tengah keluarga di Lampung Barat," pungkasnya.

Pantauan kupastuntas.co di lokasi, para pelajar dan masyarakat tersebut mengenakan berbagai pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pakaian adat Lampung, Jawa, Sumatera Utara, serta pakaian adat lainnya. Mereka berjalan menuju Pemda dengan iring-iringan drumband.

Setibanya di lingkungan Pemda, para pengunjung terlihat berbaris menghadap Lamban Pancasila yang akan segera diresmikan. Sejumlah pejabat daerah setempat juga sudah memadati halaman dengan mengenakan batik merah dengan lambang pancasila.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K), kemudian Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Drs. Karjono, SH. M.Hum yang akan meresmikan tiba di lokasi sekitar pukul 08:35 WIB dengan didampingi Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin dan Ketua DPRD Lambar Edi Novial.

Selain itu, sejumlah pejabat tinggi yang hadir lainnya yaitu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi Bengkulu Agus Widyatmoko, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri, Staff ahli bidang pemerintahan bidang hukum dan politik Provinsi Lampung Syaiful Dermawan, Kemudian anggota DPRD Provinsi Lampung Lesti Putri Utami.

Kemudian Saibatin kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, anggota Forkopimda, perwakilan dari Universitas Lampung (Unila), kepala OPD di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lampung Barat serta sejumlah undangan dan seluruh lapisan masyarakat.


Selain mengenakan berbagai macam pakaian adat, acara peresmian tersebut juga menyajikan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah sehingga rasa kekentalan adat dan budaya pada peresmian lamban pancasila sangat terasa. Selain itu ratusan deretan papan bunga ucapan pun menghiasi sepanjang jalan raden intan.

Mus salah satu masyarakat yang hadir menyaksikan peresmian acara tersebut menyampaikan rasa bangganya atas peresmian lamban pancasila tersebut, sebab menurutnya dengan adanya lamban pancasila tersebut bisa menjadi wadah untuk mempersatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang adat dan budaya.

"Kami bangga punya Lamban Pancasila salah satu program pembangunan pak Bupati sebagai bentuk pelestarian budaya di Lampung Barat dan sebagai wadah untuk mempersatukan masyarakat dari berbagai suku, ras agama adat dan budaya bukan hanya yang ada di Lampung Barat tetapi di Indonesia," ujar Mus. (*)


Video KUPAS TV : ST12 Sukses Gemparkan Panggung Lampung Selatan Expo 2022